Tampilkan postingan dengan label berita politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita politik. Tampilkan semua postingan

Wagub Jabar Deddy Mizwar menanggapi santai dukungan Ridwan Kamil



BeritaHangat5 - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menanggapi santai terkait adanya deklarasi mendukung Ridwan Kamil oleh Partai Nasdem untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.
"Lihat sikap partai, hari ini Nasdem yang lain kan belum, baru Nasdem, alami saja. Enjoy saja," ucap Deddy saat ditemui setelah menghadiri festival kopi di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (19/3/2017).
Deddy menuturkan, diusungnya Ridwan Kamil untuk maju dalam Pilgub Jabar bukanlah sebuah hal yang mesti disikapi dengan berlebihan. dia juga mengatakan, tak ingin buru-buru untuk mengikuti langkah yang diambil Wali Kota Bandung tersebut.
"Semua punya kemungkinan sudah ada gubernurnya 2018. Allah sudah menentukan sebelum kita lahir. Jadi enjoy saja bagaimana menjemputnya dengan baik, elegan, dan penuh keberkahan jadi santai saja," ucap Deddy Mizwar.
Deddy Mizwar mengaku, saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan beberapa partai politik (parpol).
"Komunikasi dengan parpol terus, tinggal parpol yang memutuskan karena kan bisa terjadi perubahan dan sebagai-sebagainya. Semua," ucap Deddy Mizwar.
Ia menyebutkan, adanya beberapa nama yang digadang-gadang untuk Pilkada Jabar tersebut, mencerminkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik.
"Jadi kita harus meraihnya dengan baik jadi masyarakat bisa teredukasi demokrasi dengan baik, sehingga bisa lebih objektif dalam memilih pemimpinnya lima tahun ke depan kaya apa. Saya menghadapinya enjoy saja," ucap Deddy Mizwar.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Jaksa Penuntut Umum Kalah Lawan Saksi Ahli Hukum Pidana Yang di Hadirkan Ahok


Jaksa Penuntut Umum Kalah Lawan Saksi Ahli Hukum Pidana Yang di Hadirkan Ahok

BERITA HANGAT 5 - Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama sekali tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli hukum pidana Edward Omar Sharif Hiariej. Ketua JPU mengatakan jaksa sepakat tak bertanya sebagai bentuk konsistensinya kepada saksi.

"Karena kami berpendapat ada hal yang tidak etis dengan kehadiran saksi ahli kali ini. Jadi kami tidak bertanya," kata Ketua JPU Ali Mukartono di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Maret 2017.
Ali menjelaskan, mulanya Jaksa ingin menghadirkan Edward di dalam persidangan. Niatan itu batal karena Edward sempat menghubungi salah satu jaksa untuk minta dihadirkan di persidangan.

Dalam komunikasi itu, Ali menilai Edward seolah mengancam jaksa agar menghadirkan dirinya. "Kami seperti diultimatum, kalau tidak dihadirkan, maka beliau (Edward) akan bersaksi dari pihak pengacara," terang Ali.

Tiba-tiba, hari ini Edward bersaksi dari pihak pengacara Ahok. Jaksa pun menolak untuk bertanya.

"Karena ahli sedikit banyak sudah mengetahui BAP dari kami," ujar Ali.

Karena sikap Edward itu, Ali menduga ada persekongkolan antara Edward dengan penasihat hukum. Namun, Ali tak mau berandai-andai.

"Asumsi saya terjadi hubungan, penasehat hukum dengan yang bersangkutan. Padahal yang bersangkutan tahu bahwa dia menjadi ahli itu yang mengajukan penyidik, bukan penasehat hukum," tutup Ali.

Edward adalah satu dari tujuh ahli yang menyatakan tidak ada unsur pidana dalam kasus penodaan agama oleh Ahok. Edward juga berpendapat Ahok tidak tepat dikenakan pasal 165 dan 165a KUHAP.





Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Perseteruan Ari Wibowo Dan Dhani Makin Panjang, Kata Kotor Pun Terlontar!!


Perseteruan Ari Wibowo Dan Dhani Makin Panjang, Kata Kotor Pun Terlontar!!

BERITA HANGAT 5 - Pilkada DKI Jakarta kali ini memang benar-benar panas, persoalan pilihan politik bisa merembet ke banyak hal. Tak hanya itu, berbeda pilihan pun menjadi masalah bagi sebagian orang hingga mengungkapkan rasa tidak sukanya yang berlebihan hingga cenderung provokatif.

Perseteruan Ahmad Dhani dan Ari Wibowo jadi memanas, Ahmad Dhani tak mau minta maaf atas cuitan-cuitannya di Twitter.Ahmad Dhani mengatakan pada Ari Wibowo untuk tidak perlu berkomentar kalau tidak mengerti soal politik.

Ia juga mengatakan kalau selera humor Ari payah. Sebelumnya, Ari sempat menuliskan di Instagramnya kalau Dhani janji akan menghapus foto dan minta maaf. Namun ternyata itu tidak dilakukan, dan Dhani pun menjelaskan alasannya.






"To @AriWibowo_Ofc ...
Tweet gw g ada yg di hapus, A Politis g usah komen bro ,malu ,gw sdh minta maaf sm MajelisPENIStaAgama...

Setelah itu, Dhani kembali mencuitkan soal penista agama dan Ahoker.
PENISta agama itu merusak rasa KEBHINEKAAN - DAP"

"Dulu PAPA MINTA SAHAM di hujat JokowerAhoker...E-KTP SetNov???
Ha ha ha...Gw KemplangBabi lu - ADP".

Nah, pada akun Twitternya, Ari Wibowo merepost postingannya di Instagram.
Ia menambahkan kata-kata yang rasanya ditujukan untuk Dhani.

"Pliis sabar aja my bro..
Obat masih terus dicari..

Jadilah pria sejati
Hadapi pemeriksaan," kata Ari wibowo sambil menyertakan link postingannya di Instagram.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Tanggapan Dituduh Terima Suap,Ahok: Siapa Berani Kasih Duit ke Saya?


Tanggapan Dituduh Terima Suap,Ahok: Siapa Berani Kasih Duit ke Saya?

BERITA HANGAT 5 - Cagub No.2 ,Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa Ahok mengaku tak mengetahui aliran uang suap terkait kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, pada kasus tersebut bisa saja sejumlah pihak mencatut namanya sebagai penerima uang, karena pada saat itu dia ikut membahas proyek yang bernilai Rp5,8 triliun.

"Masukin daftar di situ kan bisa saja. Yang mau bagiin bikin daftar, tapi terima apa tidak?" kata Ahok Balai Kota, Senin, 6 Maret 2017.

Menurut pria yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu, saat dalam pembahasan proyek tersebut, dia mengklaim sebagai satu-satunya anggota komisi II yang menolak keras diberlakukan pendataan KTP melalui sistem elektronik.

Saat itu, ia menilai, e-KTP lebih baik diserahkan ke perbankan yang dimiliki Badan Usaha Milik Daerah agar perekaman data warga bisa mudah terdeteksi. Hal itu juga mengajak masyarakat menerapkan transaksi secara non-tunai.

"Saya paling menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamnya kok. Saya bilang ngapain habisi Rp5-6 triliun," ujarnya.

Bahkan Ahok menyebutkan, sejak dirinya duduk di komisi pemerintahan, ia merasa tak pernah satu orang pun berniat menyuap dirinya. Itu diperlihatkan, Ahok menyatakan, dengan sikap dirinya yang terus mengembalikan uang perjalanan dinas apabila telah melewati masa hari yang ditentukan.

"Orang sudah tahu siapa Ahok kok, siapa berani kasih duit ke gua. Langsung gua lapor KPK," ujarnya.

Dalam pengusutan korupsi e-KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menjerat dua pejabat dari Kementerian Dalam Negeri yang terlibat yakni mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman dan Sugiharto sebagai mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Andi Analta Amir ikut Bersaksi untuk Ahok



JAKARTA, BERITAHANGAT5 - Andi Analta Amir, kakak angkat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bakal menceritakan hubungan keluarganya dan Ahok saat bersaksi pada persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (7/3/2017).

Andi Analta Amir ingin mengungkap kepada publik bahwa Ahok memiliki keluarga angkat muslim.

"Kami cuma memberikan masukan terhadap kesaksian kami. Juga dilihat hubungan saya sebagai keluarga Ahok. Apa benar cerita yang saya laporkan itu bahwa saya memang keluarga sama Ahok," kata Andi ditemui di Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

(Baca: Kuasa Hukum Ahok Siapkan 15 Sampai 20 Saksi dan Ahli)

Andi mengatakan tak ada persiapan khusus menghadapi sidang nanti. Yang jelas, kata Andi, dirinya siap berargumen terkait dugaan penodaan agama yang menjeret Ahok.

"Saya cuma mau beritahu bahwa yang namanya pidato penistaan agama itu harus ada bukti materil, dari niat itu kita lihat kejadian, dari dimensi saya tidak ada (penodaan agama)," ujarnya.

Menurut Andi, sejumlah saksi memberatkan yang dihadirkan dalam persidangan-persidangan sebelumnya terkesan terlalu dipaksakan.

Namun demikian, Andi mengatakan tak akan berupaya membantah atau merontokan keterangan saksi-saksi sebelumnya. Menurut dia, hakim bisa menilai kualitas kesaksian para saksi tersebut.

Kubu Ahok rencananya menghadirkan tiga saksi dalam persidangan pekan depan. Selain Analta Amir, dua saksi lain adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo dan Eko Cahyono.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah selesai menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama.

(Baca: Kakak Angkat Ahok Akan Jadi Saksi Meringankan)

Adapun beberapa saksi pelapor yang sudah dihadirkan oleh JPU seperti Irena Handono, Pedri Kasman, Novel Bamukmin, Muhammad Asroi Saputra, dan lain-lain.

Kemudian saksi ahli yang dihadirkam JPU seperti Ketua Majelis Umum Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :


Pujian SBY, Mendapat Tanggapan Dari Wiranto

Dipuji SBY, Wiranto: Pujian Itu Selayaknya untuk Presiden Jokowi

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri
Pujian SBY selayaknya untuk Presiden Jokowi

Beritahangat5.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memuji pertemuan antara Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dengan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab. SBY menyebut pertemuan Wiranto dengan Habib Rizieq tersebut sangat menyejukkan. 

"Alhamdulillah. Akhirnya pemerintah bertemu para pemimpin aksi damai. Pertemuan sejuk. Terima kasih Pak Wiranto, Habib Rizieq dan yang lain," begitu kata SBY melalui akun Twitter-nya, Jumat

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri
Status Twitter SBY memuji Wiranto

Menkopolkam Wiranto menanggapi pujian tersebut. Menurut dia sebaiknya pujian itu diberikan ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Sebagai Menkopolhukam, tentunya langkah-langkah itu telah dikoordinasikan dengan Presiden, Kapolri dan lembaga serta kementerian terkait. Pujian seyogyanya tidak diarahkan ke pribadi tetapi ke institusi pemerintah Presiden Jokowi," kata Wiranto 

Seperti diketahui pada Jumat lalu atau sehari sebelum digelarnya aksi 112 pada Sabtu (11/2), Menkopolkam Wiranto menerima Habib Rizieq di rumah dinasnya. Pertemuan menyepakati bahwa aksi 112 tak akan melanggar konstitusi. Pada hari H saat digelarnya aksi 112, kesepakataan antara Menkopolkam Wiranto dengan Habib Rizieq terbukti. Aksi 112 berlangsung dengan damai.

Wiranto pun memberikan apresiasi kepada semua tokoh agama, ustaz dan peserta aksi 112 yang dengan tertib dan khusyuk menjalankan ibadah Subuh berjemaah, zikir, salat dhuha hingga salat Zuhur berjemaah. 

Apresiasi untuk tokoh-tokoh agama, habib, ustaz, juga kita tidak lupa (apresiasi) kepada umat yang tertib, kepada seluruh aparat kemananan yang dengan santun menjaga sehingga aksi bisa berlangsung tertib," kata Wiranto.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Rizieq Tak Mau Datang? Pelayanan Jemput Paksa Akan Segera Datang!

Jemput Paksa Akan Dilakukan Jika Rizieq Tak Mau Datang

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri


Beritahangat5.com - Kedatangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab masih ditunggu oleh penyidik Polda Jawa Barat untuk dijalani pemeriksaan dengan status tersangka atas kasus penistaan lambang negara Indonesia, Pancasila dan juga pencemaran nama baik.

Jemput paksa akan dilakukan terhadap Rizieq jika ia masih tak hadir pada panggilan kedua di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

"Apabila dia tak hadir, langka selanjutnya yang akan kami lakukan yaitu melayangkan pelayanan khusus 'jemput paksa' terhadapnya," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus.

Jemput paksa Rizieq akan dilaksanakan tepat pada pukul 00.01 WIB (11/2/2017).

"Kita lihat saja sampai pukul 12 tengah malam nanti. Kalau memang bandel, tak mau datang juga, akan kami laksanakan pelayanan khususnya ke Mapolda Jawa Barat untuknya dan akan kami lakukan pemeriksaan," ungkapnya

Meski begitu, Yusri masih berharap bahwa Rizieq akan datang bersama kuasa hukumnya nanti.

"Yah, harapan kami sih Rizieq bisa hadir bersama kuasa hukumnya," tutupnya.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Fantantis,Dana Lebaran Partai Demokrat Hasil Korupsi!!


Fantantis,Dana Lebaran Partai Demokrat Hasil Korupsi!!

BERITA HANGAT 5 - Dikabarkan,dana yang di pakai untuk lebaran Partai Demokrat berasal dari hasil korupsi.Suprapto yang menyebut uang suap Rp 500 juta untuk keperluan lebaran Partai Demokrat.

"Klien kami tidak pernah memerintahkan saudara Suhemi untuk meminta sejumlah uang untuk keperluan Lebaran Partai Demokrat," kata pengacara Putu Sudiartana, Muhammad Burhanuddin, Rabu (21/9/2016).

Muhammad Burhanuddin juga menyampaikan bahwa kliennya juga tidak tahu menahu atas apa yang dilakukan oleh Suhemi mengatasnamakan Partai Demokrat. Namun, Suhemi yang merupakan perantara suap terhadap Putu bukanlah kader Partai Demokrat.

"Klien kami tahu betul bahwa saudara Suhemi bukan anggota, bukan kader Partai Demokrat dan juga bukan staf beliau, sehingga tidak masuk akal kalau Suhemi meminta uang mengatasnamakan kepentingan Demokrat," tegas Burhan.

"Tidak mengagetkan dan mengherankan, seringkali orang membuat argumentasi di luar kapasitasnya untuk melegitimasi perbuatannya, termasuk yang dilakukan Suhemi," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat Suprapto dalam eksepsinya menyatakan bahwa uang Rp 500 juta yang diberikan kepada Putu Sudiartana untuk kepentingan lebaran Partai Demokrat. Uang itu diberikan melalui Suhemi.

Dalam eksepsinya, Suprapto menceritakan, pada tanggal 22 Juni 2016 usai rapat di kantor Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumbar, Suhemi yang mengaku kenal dekat dengan Putu tiba-tiba masuk ruangan Suprapto tanpa izin.

"Suhemi kemudian menyampaikan keinginannya untuk meminjam uang Rp 500 juta untuk keperluan lebaran Partai Demokrat. Saya bilang, untuk lebaran staf saya saja tidak ada," kata Suprapto saat membaca eksepsinya.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Berita Klarifikasi Terkait Kasus Rizieq Shihab dan Firza Husein


Berita Klarifikasi Terkait Kasus Rizieq Shihab dan Firza Husein

Berita hangat 5 - Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) meminta klarifikasi kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait video viral chat dugaan perselingkuhan dengan wanita mirip Firza Husein.

“Habib Rizieq agar memberikan klarifikasi terkait beredarnya video viral chat tersebut. Demi terhindar fitnah yang bisa merusak citra Islam dan nama baik Habib Rizieq sendiri,” tegas Ketua Presidium Kamerad Haris Pertama hari ini.

Tak hanya Rizieq, Haris juga mendorong Firza Husein untuk mengklarifikasi atas beredarnya video tersebut. Sebab, kata dia, isu tak sedap yang kini menyasar kedua tokoh tersebut bisa berdampak buruk pada citra mereka dan moral bangsa.
Namun, Haris menyayangkan jika chat kemesraan itu benar terjadi maka harus bisa mempertanggungjawabkan kepada seluruh umat. Karena, kata Haris, Rizieq yang merupakan pendakwah agama dan panutan umat Islam bahkan dirinya diusulkan sebagai Imam Besar umat Islam di Indonesia segera mengklarifikasinya kepada publik soal chat dan rekaman suara yang meresahkan rakyat Indonesia.

“Umat islam akan sangat terluka jika chat mesum dan video rekaman suara ini benar,” jelasnya.

“Mudah-mudahan bisa segera diklarifikasi atas tudingan tersebut. Dengan demikian masalah bisa segera tuntas agar fitnah-fitnah dan berita hoax bisa kita tangkal bersama,” tandasnya.

Berita klarifikasi redaksi:

Terkait pernyataan  Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) pada tibun rakyat, bahwa dalam berita tersebut kami melampirkan nara sumber dengan jelas yaitu gerilyapolitik.com sebagai media sekelas intelejen yang selalu membongkar konspirasi-konspirasi politisi dan pejabat.

Karena media gerilyapolitik.com sebagai media pertama yang mewawancarai pemberi berita. Jadi jelas, media sumber adalah media yang mempunyai data dan faktanya.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Jawaban Agus,Ditanya Cara Membangun Tanpa Menggusur.


Jawaban Agus,Ditanya Cara Membangun Tanpa Menggusur.

Berita Hangat 5 - Debat antar calon gubernur DKI ini sangat seru dan menegangkan.Saat sesi tanya jawab antar pasangan calon, pasangan Ahok-Djarot diberikan kesempatan bertanya kepada pasangan Agus-Sylvi. Pertanyaan dilontarkan oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta,Djarot Saiful Hidayat. Djarot bertanya kepada calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, soal program membangun tanpa menggusur di bantaran sungai di Jakarta.

Bagaimana membangun tanpa memindahkan bangunan itu sehingga rakyat bisa mendapatkan hunian? kata Djarot kepada Agus di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

"Intinya kami tak sanggup lakukan itu, sela Ahok.

Calon gubernur Jakarta nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah Jakarta bisa merelokasi warga dari hunian horisontal ke hunian vertikal sehingga tidak perlu memindahkan mereka ke rusunawa.

"Meremajakan kampung tidak perlu tidak cabut dari habitat mereka. Nanti yang terjadi adalah kemiskinan. Caranya bisa alokasikan lahan yang ada. Dari perumahan horisontal ke perumahan vertikal tentu ada lahan yang bisa digunakan untuk hunian layak bagi mereka dan tidak mengganggu aliran sungai," kata Agus di acara debat.

Menurut Agus merelokasi warga dari tepi sungai bisa dilakukan paralel dengan lingkungan hidup.

"Dan itu dilakukan dengan masyarakat. Kami banyak bicara dengan banyak aktivis, komunitas. Dan mereka mau digeser sedikit untuk dipindahkan ke hunian yang layak, " kata dia.

Agus mengatakan mereka yakin dengan cara itu tidak akan kehilangan rumah.

"Bukan rusunawa, mereka tidak akan kehilangan mata pencaharian," kata dia.

Mendengar program Agus, Ahok heran bagaimana cara mengadakan tanah untuk membangun hunian warga di sekitar sungai.

"Kami bangun rusunawa itu untuk bukan tanpa solusi. Kami bantu biaya, gratiskan transportasi, beri KJP, beri tunjangan, sembako, macam-macam," kata Ahok.

Kebijakan merelokasi warga dari bantaran sungai, kata Ahok, untuk menaati peraturan pemerintah yang melarang bangunan berdiri di pinggir sungai. Ahok ingin tahu bagaimana cara Agus mengadakan lahan untuk hunian di sekitar sungai.

"Kan tidak mungkin kita dirikan bangunan di jalan inspeksi. Gimana caranya nggak langgar PP untuk tertibkan bangunan," kata dia.

Agus kemudian maju. Namun, penjelasannya terlalu normatif. Dia lebih banyak menekankan bahwa menertibkan pemukiman warga di pinggir sungai bisa dilakukan tanpa menggusur.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Beda Banget Isi Otak Annisa dan VeronikaDitanya Jika Suami Jadi Gubernur!!


Beda Banget Isi Otak Annisa dan VeronikaDitanya Jika Suami Jadi Gubernur!!

Berita hangat 5 - Debat kedua Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Publik Jakarta sudah bisa menimbang dan menilai sendiri pasangan calon mana yang akan mereka percayakan memimpin mereka selama lima tahun kedepan.

Berbagai program kerja, visi misi, dan langkah sistematis yang akan ditempuh untuk mengaplikasikan visi dan misi tersebut sudah dijelaskan panjang lebar pasangan Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, Anies-Sandi saat debat kedua.

Menarik untuk disimak, jika ditanya ke dua istri calon Gubenur DKI Jakarta yaitu Annisa Pohan istri Agus Yudhoyono, dan Veronika Tan istri dari Ahok, seberapa paham mereka soal apa yang akan dikerjakan suaminya jika terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta.

Sebuah video wawancara terpisah terhadap keduanya yang diposting akun youtube Relawan NKRI yang mengutip wawancara eksklusif Metro TV terhadap Annisa dan Veronika akan memberi gambaran yang jelas ‘isi otak’ keduanya.

Berikut kutipan wawancara keduanya.

Annisa Pohan :

W : pengalaman yang dimiliki mas Agus selama 16 tahun di bidang militer itu kiprahnya cemerlang. Nah ini tapi reformasi birokrasi ini masih dipertanyakan. Kalau mba Annisa sendiri melihat persiapannya seperti apa?

A : Eeeeh…saya belum bisa menjawab soal itu karena saya sendiri tidak menguasai isu tersebut. Mungkin bisa tanya langsung ke yang bersangkutan. Dan mungkin bisa langsung dilihat di debat besok (Jumat kemarin).

Saya yakin suami saya sudah sangat baik performance nya, jadi saya percayakan saja dengan apa adanya mas Agus, tidak perlu dibuat-buat.

Apa adanya Mas Agus, cara berkomunikasinya seperti itu, karena mas Agus hadir disini untuk membuktikan dirinya sendiri, bukan untuk menjadi orang lain yang dibuat-buat oleh seseorang. Jadi saya sendiri lebih banyak percaya bahwa mas Agus sudah memilik skill komunikasi yang baik.

Veronika Tan :

W : Baik, terakhir bu Vero. Kalau nanti Pak Ahok kembali terpilih sebagai gubernur apa rencana-rencana bu Vero ke depannya?

V : Kita memang masih banyak program yang harus dilakukan, seperti yang kita katakan, kita ini bukan membangun bangunan, tetapi kita membangun manusia. Bangun manusia itu gak bisa bilang kita itu hanya dalam waktu satu tahun dua tahun kita bisa membangun karena itu pola pikri kan, mind set. Kayak anak kita saja kita harus katakan berulang-ulang. Tetapi kenapa kita mau mengatakan dan mengajarinya berulang-ulang, karena kita sayang.

Nah rasa sayang ini kita pindahkan kepada warga Jakarta. Nah sehingga yang kita ajarkan, kita pengen mereka seperti program bapak membuat otak penuh, perut penuh, dan kantong juga. Nah dasarnya apa? Pada saat kita memberikan mereka kantong penuh dengan memberikan mereka keterampilan, pekerjaan, dan melatih mereka, karakter itu akan masuk.

Kita bisa melatih karakter building mereka, etos kerja, bagaimana kalau kita memberikan yang baik kalian juga harus membalas komitmen yang baik. Kita memberikan pengajaran yang cuma-cuma tapi tiu dibayar orang bukan gratis.

Jadi ini yang kita ajarkan kepada mereka. Nah dari keterampilan yang kita berikan nanti ibu-ibu bisa punya usaha sendiri, usaha stabil, punya uang. Dengan membina ini kita gak bisa, kita juga gak bicara satu masa begini kita bicaranya panjang.

Rusun begitu banyak, bapak pindahin orang. apa yang harus kita lakukan di dalam. Mereka tinggal disana, tinggal kita bina. Binanya apa? Bina mereka keahlian dan bina karakter building baru masuk. Ini tidak bisa dibilang satu hari, satu tahun. Itu harus lama.

Program lima tahun kedepan ya kita mau membuat ini menjadi satu sistem. Program yang dilakukan sustain, dari melatih sampai mereka bisa jadi jual barangnya, kita bantu marketnya, sampai mereka bisa mandiri. Nah itu program panjang. Bangsa dimulai dari ibu dan anak. Jika keluarga baik, bangsa juga akan baik.

W: Banyak yang kritik Ahok lebih banyak membangun benda mati. Ibu kalau menjawabnya gimana?

V: Justru itu, kalau kita bicara bangun manusia kita gak kasi tempat, gak bangun struktur, yah bagaimana kita bisa punya wadah untuk membina.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Pertemuan Jokowi-Antasari,Apa Yang Terjadi?


Pertemuan Jokowi-Antasari,Apa Yang Terjadi?


Berita Hangat 5 - Orang nomor 1 di RI,Joko Widodo mengajak Antaasari untuk bertemu,Apa yang sedang terjadi?sepertinya Pak Antasari semakin tegang dan ketakutan.

Seperti yang kita ketahui,Antasari dihukum 18 tahun penjara karena dinilai menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Motifnya adalah cinta segitiga Antasari-Rani-Nasrudin. Antasari tidak mau mengakui kalau dirinya dalang pembunuhan Nasrudin. Beliau menyatakan dirinya dituduh dan difitnah hingga masuk penjara karena sepertinya ada konspirasi untuk menjegal dirinya.

Ia baru akan di bebaskan pada tahun 2022.Namun di tahun ini ia masih di perbolehkan untuk keluar dari penjara.Kabar yang sangat menggembirakan baginya.Jokowi kemudian menerbitkan keputusan pemberian grasi untuk Antasari pada 16 Januari lalu. Kini Antasari sudah bebas dari status narapidana.

Dengan bebasnya Antasari, berarti semua makin jelas karena Antasari sudah dinyatakan tidak bersalah. Kalau Antasari tidak bersalah, berarti ada orang lain yang salah. Kenapa orang lain bersalah tapi Antasari yang disalahkan? Ini mudah ditebak, Antasari adalah mantan ketua KPK pada zaman SBY. Tugas KPK pasti mengusut kasus korupsi.

Kalau Antasari dijegal karena konspirasi, berarti ada seseorang yang tidak ingin kasusnya diusut KPK. Sehingga dibuatlah konspirasi agar kasus ini dihentikan dengan cara menghajar ketuanya hingga tak berkutik.

Antasari sudah bebas, permohonan grasi dikabulkan, dan kemarin dia sudah bertemu dengan Jokowi. Apa yang dibicarakan?

Dia terus menghindari pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, tapi suara “sst!” dan gestur telunjuk menempel di mulut lebih banyak mendominasi kala menjawab pertanyaan wartawan.

Tanda tanya besar. Antasari diam, tapi itu bukan berarti tidak ada isi pembicaraan antara Jokowi dan Antasari, hanya saja bersifat rahasia. Kalau pembaca membaca ulasan saya mengenai Antasari pada 5 Desember lalu, maka ini menjadi masuk akal. Mengapa?

Syamsuddin, adik dari Nasrudin mengatakan bahwa seluruh percakapan dirinya dengan Antasari di LP Tangerang telah direkam TANPA IZIN alias DIAM-DIAM. Rekaman tersebut, ungkapnya, akan disebarluaskan ke publik jika dalam waktu tiga bulan Antasari tidak juga mengungkapkan kebenaran. Dia juga mengaku ada nama ‘Orang Besar’ yang dimaksud Antasari dalam rekaman tersebut dan akan dibongkar jika Antasari tidak memenuhi janjinya.

Ada nama orang besar, dalang di balik kasus pembunuhan Nasrudin. Rekaman yang bakal mengguncang dunia persilatan.

Tiga bulan berarti batasnya pada February, dan jika rumor itu benar maka sosok orang besar dalam rekaman tersebut akan kita ketahui. Pada titik ini sepertinya Antasari tidak punya pilihan. Mau ngomong atau diam, semua akan terbongkar. Antasari tak punya pilihan selain maju. Rekaman ini, jika benar-benar ada, maka akan menjadi awal mula genderang perang dalam mengusut kasus besar di masa lalu.

Kalau begitu, sebenarnya Antasari sudah tahu siapa dalang yang berkonspirasi menjegal dirinya, hanya saja ada sesuatu yang menahannya. Saya paham Antasari juga harus memikirkan keselamatannya dan keluarga, karena saat keluar dari penjara dia ingin fokus pada keluarga dan sudah merelakan semua yang sudah terjadi.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Hakim MK Ditangkap KPK


Hakim MK Ditangkap KPK

Berita hangat 5 - Ketua KPK Agus Raharjo membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh lembaganya terhadap hakim di Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan kabar yang beredar, operasi tangkap tangan (OTT) tersebut dilakukan di sebuah hotel di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis (26/1/2017).

Kelanjutan dari OTT itu, penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di kediaman Patrialis ?Akbar di bilangan Cipinang Muara, Jakarta Timur untuk menemukan bukti lainnya.

"‎Benar soal informasi OTT yang dilakukan KPK di Jakarta. Ada sejumlah pihak yang diamankan saat ini. ‎ Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," ucapnya.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi soal OTT dan penggeledahan mengaku belum mendapatkan informasi detail.

"Kami belum dapat informasi lengkapnya soal itu. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan segera," ujar Febri.

Terpisah, Mahkamah Konstitusi juga belum memberitahukan secara resmi mengenai adanya informasi salah satu hakimnya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Surat Untuk Kyai Ma'ruf Amin Agar MUI Berhenti Di Provokasi


Surat Untuk Kyai Ma'ruf Amin Agar MUI Berhenti Di Provokasi

Berita Hangat 5 - Majelis Ulama Indonesia menjadi target Provokasi keagamaan di Indonesia yang tak lain adalah oknum" ormas pada umat islam.

Sebutlah kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Gubernur non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kasus dugaan penistaan yang berhasil memunculkan aksi-aksi demo besar di Jakarta. Aksi demo 411 dan 212 yang mendapatkan tempatnya dengan dasar mengawal fatwa MUI bahwa AHOK MENISTA Islam melalui pidatonya di Kepulauan Seribu akhir September 2016. Bagaimana kemudian fitnah dan saling hujat bertebaran di media sosial dan ruang-ruang publik dari yang pro maupun yang kontra fatwa MUI ini.

Begitupun kemudian muncul fatwa MUI soal penggunaan atribut agama lain untuk umat Islam. Meski didasari niat baik agar tidak terjadi pemaksaan bagi umat Islam dalam bekerja, fakta di lapangan menunjukkan fatwa ini kemudian menjadi dasar sebagian ormas Islam untuk melakukan sweeping, tak sedikit yang dalam aksi sweepingnya menggunakan kekerasan.

Dalam surat terbukanya yang dimuat di Geotimes ini, Zuhairi menggarisbawahi peran MUI dan produk-produk hukum Islamnya, yang memunculkan gejolak sosial di masyarakat, merenggangkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan masyarakat kemudian abai pada aspek kebhinekaan bangsa Indonesia.

Berikut surat terbuka Zuhairi Misrawi pada ketua umum MUI, KH. Ma'ruf Amin:

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Izinkanlah saya mencium tangan Kiai, sebagaimana lazimnya seorang santri ngalap berkah dari kiainya. Saya sangat menghormati Kiai sebagai Rois ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Saya sudah beberapa kali ber-muwajahah dengan Kiai, baik dalam forum NU maupun dialog di media secara live.

Masih segar ingatan saya, Kiai begitu mencintai anak-anak muda NU, layaknya anak sendiri. Dalam beberapa acara NU, Kiai masih mau bercakap-cakap dengan anak muda dan sesekali melepas canda-tawa. Keguyupan ala NU yang selalu dinanti.

Ingin rasanya bisa sowan kepada Kiai dalam waktu dekat. Tapi karena terbatasnya waktu saya, dan barangkali juga waktu Kiai, izinkan saya menulis surat singkat yang berisi tentang kegelisahan sekaligus harapan agar Kiai bisa menjadi imam bagi umat Islam Indonesia. Setidaknya imam bagi kami anak-anak muda NU. Sebab, belakangan ini, terdengar sayup-sayup adanya formulir yang disebarkan kepada umat Islam agar seseorang dibai’at menjadi “Imam Besar”.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Ketika Kiai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI, saya mempunyai harapan besar terhadap organisasi ini. Pasalnya, Kiai berjanji akan menjadikan MUI sebagai gerbong gerakan Islam Moderat di Indonesia.

Dalam bayangan saya, MUI di bawah kepemimpinan Kiai akan mengalami transformasi yang sangat signifikan. Intinya, MUI akan merangkul semua kelompok di dalam Islam, apa pun mazhab dan alirannya. MUI akan berhenti mengeluarkan fatwa sesat, karena sesugguhnya yang berhak menilai seseorang mendapatkan petujuk Tuhan dan sesat hanya Tuhan. Allah SAW berfirman: Dan Allah SWT Mahatahu atas siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan mereka yang mendapatkan petunjuk (QS. Al-Najm: 30).

Lebih dari itu, saya membayangkan MUI di bawah kepemimpinan Kiai akan menjadi teladan bagi tumbuhnya harmoni dan toleransi di tengah-tengah masyarakat. Buah manis dari itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan semakin kokoh, diperkuat oleh Pancasila sebagai dasar negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

Saya masih ingat Kiai membacakan hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama NU di Surabaya pada tahun 2006. Kiai menegaskan bahwa Pancasila adalah final sebagai dasar negara, meski tidak ada semifinal. Semua hadirin tertawa riuh.

Bagi kami anak muda NU, Kiai adalah salah satu pengusung pembaruan metodologi forum kajian keagamaan NU yang meletakkan kerangka berfikir metodologis (al-tafkir al-manhaji) dalam penyelesaian masalah-masalah aktual kekinian. Walhasil, kajian-kajian bahtsul masail NU sangat luar biasa, dan menyemarakkan tumbuhnya studi Ushul Fiqh di pesantren-pesantren NU.

Cara berfikir metodologis seperti inilah yang sebenarnya saya harapkan bisa tumbuh di lingkungan MUI, sehingga sikap dan fatwa keagamaan yang dikeluarkan dapat memberikan manfaat bagi solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Dalam dua bulan terakhir, jujur saya mulai agak gelisah perihal komitemen MUI sebagai gerbong Islam Moderat di Tanah Air. Alih-alih menjadi gerbong Islam Moderat, MUI terlihat cenderung mengambil kebijakan dan mengeluarkan fatwa yang sama sekali tidak mencerminkan moderasi Islam.

Salah satu karakter moderasi Islam adalah memastikan visi rahmatan lil ‘alamin, tidak hanya berhenti dalam ucapan dan jargon, melainkan menjadi laku tindakan nyata. Visi rahmatan lil ‘alamin dalam konteks keindonesiaan, semestinya umat Islam betul-betul menjadi pengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. MUI dapat memberikan perlindungan penuh terhadap kalangan non-Muslim dan penganut aliran kepercayaan yang sudah eksis berabad-abad sebelum agama-agama yang diakui negara datang ke negeri ini.

Dalam bayangan saya, Kiai akan mengambil jarak dengan mereka yang selama ini mempunyai ideologi dan pemikiran yang dapat mengancam eksistensi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Harapan saya, Kiai akan menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai rujukan utama umat Islam Indonesia dalam mengambil kebijakan strategis kebangsaan.

Lebih dari itu, Kiai diharapkan oleh kami bisa mengambil jarak dengan politik praktis atau hal-hal yang dapat ditafsirkan bernuansa politis. Bahkan sejatinya Kiai dapat memberikan solusi yang dapat memperkokoh kualitas demokrasi kita dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh elemen bangsa, apa pun agama dan keyakinannya untuk mengabdi kepada negeri.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Sebab itu, Islam yang kita pahami sebagai kekuatan moral untuk memperkokoh solidaritas kemanusiaan dan solidaritas kebangsaan kita.

Coba Kiai lihat apa yang terjadi sekarang, situasinya sangat tidak kondusif bagi demokrasi yang sebenarnya sudah membaik dan membuahkan hasil. Bahkan taruhannya adalah kebersamaan kita sebagai bangsa sedang dalam ujian serius.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Izinkanlah saya menyampaikah dua hal yang terus mengganjal nurani saya untuk mempertanyakan komitmen MUI dalam mengusung Islam Moderat di Tanah Air. Meminjam ungkapan KH Mustofa Bisri, MUI makin tidak jelas. Saya pun mempunyai pandangan yang sama.

Pertama, soal sikap MUI terhadap kasus dugaan penodaan agama terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut saya, MUI tidak hati-hati dan terlihat tergesa-gesa mengeluarkan sikap keagamaan. Padahal dalam kasus yang sangat sensitif, semestinya MUI dapat mempertimbangkan “mudarat” dan “maslahat”, khususnya bagi demokrasi dan keutuhan bangsa ini.

Ada beberapa keanehan yang mengusik pikiran dan nurani saya sampai saat ini. Kenapa MUI mengeluarkan sikap keagamaan tanpa menggunakan medium klarifikasi (tabayyun). Poin ini saat penting untuk dikemukakan, apalagi jika melihat persidangan sementara kasus Ahok ini.

MUI sebenarnya bisa mengambil langkah luar biasa sebagai konsekuensi dari pilar Islam Moderat. Demi menjaga momen demokrasi dan keutuhan bangsa, sebenarkan solusi terbaik adalah menerima maaf Ahok dan meminta Ahok agar tidak mengulangi lagi berkata-kata yang dapat menyinggung perasaan umat Islam.

Saya pribadi tegas menyatakan bahwa Ahok tidak menodai agama Islam. Dalam ucapannya Ahok justru mengingatkan kita agar berpolitik secara bermartabat, jangan sampai agama dijadikan alat kampanye. Saya berpandangan, ayat al-Maidah 51 bukanlah ayat tentang kepemimpinan. Ayat tersebut turun dalam konteks perang, bukan konteks damai. Sementara kita saat ini hidup dalam situasi damai, bukan suasana perang.

Maka dari itu, jika MUI mengambil langkah untuk memaafkan Ahok dan meminta Ahok agar tidak mengulangi dan berhati-hati, Kiai akan dikenang sebagai “Imam Besar” yang menyelamatkan negeri ini dari jurang perpecahan dan kehancuran. Lihat apa yang terjadi sekarang?

Konsekuensi dari sikap keagamaan MUI dalam kasus Ahok, lalu muncul Gerangan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Gerakan ini bernaung di bawah sikap keagamaan MUI yang ditegaskan posisinya lebih tinggi dari fatwa. Mereka membuat aksi dan forum keagamaan di berbagai kota. Bukankah Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya sedang dalam persidangan?

Saya agak lega akhirnya Kiai menegaskan bahwa GNPF tidak ada kaitannya dengan MUI. Tapi, tolong Kiai juga dapat mengambil tindakan tegas terhadap pengurus MUI yang aktif di GNPF. Semestinya mereka diberi peringatan agar memilih antara GNPF atau MUI. Begitu pula para pengurus yang mengeluarkan komentar-komentar keras dan kasar, yang dapat mencoreng citra MUI.

Saya sekali lagi meminjam pendapat Gus Mus bahwa aneh rasanya ada kelompok atau gerakan yang ingin mengawal fatwa. Sejak kapan fatwa harus dikawal? Kenapa harus dikawal?

Kedua, fatwa MUI soal atribut keagamaan non-Muslim. Saya membaca argumen dan nalar yang digunakan oleh MUI tidak kokoh, baik secara teologis maupun sosiologis. Secara teologis, argumen MUI lebih dekat pada nalar Wahabisme yang kerap menggunakan ayat-ayat keras terhadap non-Muslim. Padahal di dalam al-Qur’an juga terdapat ayat-ayat yang toleran, bahkan memuji kalangan non-Muslim.

Secara sosiologis, Islam hadir sebagai agama samawi yang paling akhir. Artinya, Islam tumbuh dan berkembang dalam tradisi Kristen dan Yahudi. Sebab itu, kalau kita lihat sejarah Islam banyak perjumpaan antara agama-agama samawi ini, sehingga terjadi akulturasi.

Begitu halnya akulturasi Hindu dan Budha dengan tradisi Islam di Tanah Air. Setiap agama hadir di tengah keragaman agama-agama, dan karenanya akulturasi merupakan hal yang tak bisa dielakkan. Akulturasi adalah bukti bahwa setiap penganut agama pastinya akan menghormati penganut agama yang lain. Ini yang disebut Bung Karno dengan ketuhanan yang berkebudayaan dan berkeadaban.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Itulah unek-unek saya terhadap MUI di bawah kepemimpinan Kiai. Saya berharap sekali MUI dijauhkan dari tarikan politik dan kepentingan perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, MUI dapat menjadi gerbong bagi moderasi Islam di Tanah Air.

Satu lagi, MUI tidak lagi mengeluarkan fatwa sesat-menyesatkan. Sebab salah satu ukuran moderasi Islam, yaitu tidak mengeluarkan fatwa sesat-menyesatkan. MUI mesti betul-betul menjadi lembaga yang mengusung kearifan (al-hikmah), menyampaikan nasihat yang elegan (maw’idhah hasanah), dan membudayaka debat yang konstruktif (mujadalah bil lati hiya ahsan).



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :