Tampilkan postingan dengan label berita jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita jakarta. Tampilkan semua postingan

Mengenal Sosok Dadan, Pasukan Oranye yang Menyelam ke Dalam Got Hitam

Dadan, Pasukan Oranye yang Menyelam ke Got Hitam Jakarta

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri
Dadan Wiradana

Beritahangat5.com
- Baru-baru ini media sosial di hebokan dengan pasukan oranye. Publik bertanya-tanya siapa sesungguhnya anggota pasukan oranye yang berani menyelam ke got hitam di salah satu sudut Ibu Kota. Rekaman aksinya sudah tersebar ke mana-mana via jejaring media sosial. Ini dia pemuda pemberani itu.

Petunjuk-petunjuk yang sudah di kumpulkan mengatakan pemuda pemberani itu bekerja sebagai personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk Kelurahan Gondangdia, Jakarta Pusat. Barangkali saja dia masih berlumur lumpur hitam, basah, dan ada di got-got Gondangdia. 

"Iya, saya yang kemarin nyemplung ke got. Saya Dadan Wiradana," kata pria itu, masih memegang sapu.

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri
Dadan, pasukan oranye yang menyelam di got hitam

Tak ada lagi lumpur hitam yang menempel di badannya. Kini, di bawah matahari pukul 12.00 WIB, dia menyingkirkan daun-daun, kayu-kayu kecil, dan sampah di trotoar. Masih tersisa rasa heran, alasan apa yang mendorong Dadan nyebur ke tempat menjijikkan pada 21 Februari, tiga hari yang lalu, itu.

"Karena gotnya tersumbat," jawab dia tanpa berumit-rumit kata. Simpel saja ternyata alasannya.

Got itu ada di Jalan Lombok, Gondangdia, Menteng, dekat Sekolah Santo Bellarminus. Saat itu kondisi genangan memang harus cepat diatasi. Kondisi ini tak bisa ditunggu lebih lama lagi. Seolah Jakarta menantang, dan Dadan meladeni tantangan itu. Nyeburlah dia. 

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri
Saat Dadan nyemplung ke got hitam

"Itu sebagai langkah pertama, karena kalau menunggu alat dari kantor ya lama. Ya saya langsung nyemplung ke got itu," kata Dadan. 

Saat dia menyelam ke got itu, komandannya merekam dengan video. Pengambilan foto atau video tersebut memang biasa dilakukan sebagai langkah dokumentasi kerja pasukan oranye. Namun aksi Dadan kelewat gawat. Kini aksi nekatnya Dadan sudah banyak tersebar di media sosial. Banyak respon dari publik, dan banyak yang kagum atas tindakan yang di ambil oleh Dadan demi Ibu Kota.

"Saya sih dengar video saya ada di mana-mana. Tapi saya cuek aja. Saya sih yang penting kerja," ujarnya santai.

Pemuda ini tampak bersemangat. Dia sudah bekerja sebagai anggota pasukan oranye selama tiga tahun. Pria lajang berusia 27 tahun ini punya tempat tinggal di Bogor, Jawa Barat. Karena rumahnya jauh, dia tinggal di kantor lurah. Cuma sekali sepekan dia pulang ke Bogor. 

"Tapi KTP saya warga DKI," kata dia. 
Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Banjir Belum Surut, Ahok Sampaikan Permohonan Maafnya Kepada warga Jakarta


Banjir Belum Surut, Ahok Sampaikan Permohonan Maafnya Kepada warga Jakarta

Beritahangat5.com - Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan Gubernur DKI Jakarta telah meminta maaf kepada warga Jakarta yg menjadi korban dan terdampak banjir. Hal tersebut dia sampaikan setelah selesai menjalani sidang kesebelas kasus dugaan penistaan agama pada Selasa (21/2/2017) malam.

"Saya sampaikan permohonan maaf saya kepada warga Jakarta, saya nggak bisa kerja sepenuh waktu, padahal saya tahu warga DKI sedang mengalami banjir," ucap Ahok, saat di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.

Ahok meminta maaf lantaran harus menjalani sidang sampai sekitar pukul 22.30 WIB di saat warga Jakarta sedang mengalami banjir. Ahok pun mengatakan dia telah menginstruksikan jajaran terkait supaya tempat pengungsian dilengkapi air panas sehingga membuat para ibu rumah tangga tak kesulitan saat akan membuat susu utk anaknya.

Ahok pun menyampaikan kalau normalisasi sungai di Jakarta telah selesai 40% dan akan terus dilakukan utuk mengurangi ancaman banjir di Jakarta.

"Kemudian ada 1 PPSU meninggal belum juga ditemukan, kami berharap bisa ditemukan, kami kerja keras," kata Ahok.

"Mohon maaf sekali lagi khususnya pada ibu rumah tangga (IRT), sebab saya mengalami sidang seperti ini. Walau saya tidak ada niat untuk menoda agama, ini pun sudah terjadi," ucap Ahok.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



 

Tak mampu Bayar Ongkos Taksi, Tiga Pemuda Tega Habisi Nyawa Supir Taksi

Tak mampu Bayar Ongkos Taksi, Tiga Pemuda Tega Habisi Nyawa Supir Taksi
Tak mampu Bayar Ongkos Taksi, Tiga Pemuda Tega Habisi Nyawa Supir Taksi

Berita Hangat : Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana menjelaskan, Saswata diduga dibunuh oleh penumpangnya sendiri, lantaran mereka tidak mampu membayar tarif sewa taksi online sebesar Rp 180 ribu.

Masing masing pelaku yang sudah tertangkap antara lain HE alias Joe (26), JCS alias Ichal (29), BR alias Izer (22) dan satu lagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu IK alias Ical,” kata Umar di Bekasi

Umar menjelaskan, peristiwa itu bermula pada Rabu 16 November 2016. Saat itu, pelaku BR alias Izer memesan taksi online dari Jalan Aziman III Bogor dengan tujuan salah satu swalayan terbesar di Pondok Gede.

Pelaku lalu memesan kendaraan tersebut menggunakan telepon seluler milik temannya, Riswan alias Rifan. Tidak lama kemudian, datang mobil yang dikendarai korban jenis Toyota Avanza berwarna silver bernomor polisi B-1162-UIG.

“Pelaku memesan mobil korban dalam keadaan mabuk dari Bogor menuju Bekasi,” ungkap Umar.

Setibanya di tujuan tersebut, rupanya pelaku langsung pergi dan tidak mau membayar Argo yang telah tercantum di aplikasi. Korban yang tidak terima, lalu menegur pelaku hingga terjadi cek-cok mulut di antara mereka.

Korban Tewas dengan luka tusuk dengan obeng dibagian dada dan punggung. Dan korban juga ditelanjangkan dan dimasukkan kedalam kendaraanya.

Umar mengatakan, atas kesigapan satuan Reserse Polsek Pondokgede yang dipimpin Kasatreskrim, Komisaris Polisi Dedy Supriadi, akhirnya petugas dalam tempo 2 hari, menciduk pelaku dari sejumlah tempat berbeda di wilayah Bekasi.

“Para pelaku berhasil ditangkap setelah anggota mengkonfirmasi manajemen perusahaan korban, dengan meminta nomor terakhir pemesanan. Pelaku yang pertama kita tangkap BR alias Izer, di pasar Rawa Bugel, Bekasi Utara”. ucap Umar.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan atau 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :