Tampilkan postingan dengan label ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahok. Tampilkan semua postingan

Jaksa Penuntut Umum Kalah Lawan Saksi Ahli Hukum Pidana Yang di Hadirkan Ahok


Jaksa Penuntut Umum Kalah Lawan Saksi Ahli Hukum Pidana Yang di Hadirkan Ahok

BERITA HANGAT 5 - Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama sekali tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli hukum pidana Edward Omar Sharif Hiariej. Ketua JPU mengatakan jaksa sepakat tak bertanya sebagai bentuk konsistensinya kepada saksi.

"Karena kami berpendapat ada hal yang tidak etis dengan kehadiran saksi ahli kali ini. Jadi kami tidak bertanya," kata Ketua JPU Ali Mukartono di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Maret 2017.
Ali menjelaskan, mulanya Jaksa ingin menghadirkan Edward di dalam persidangan. Niatan itu batal karena Edward sempat menghubungi salah satu jaksa untuk minta dihadirkan di persidangan.

Dalam komunikasi itu, Ali menilai Edward seolah mengancam jaksa agar menghadirkan dirinya. "Kami seperti diultimatum, kalau tidak dihadirkan, maka beliau (Edward) akan bersaksi dari pihak pengacara," terang Ali.

Tiba-tiba, hari ini Edward bersaksi dari pihak pengacara Ahok. Jaksa pun menolak untuk bertanya.

"Karena ahli sedikit banyak sudah mengetahui BAP dari kami," ujar Ali.

Karena sikap Edward itu, Ali menduga ada persekongkolan antara Edward dengan penasihat hukum. Namun, Ali tak mau berandai-andai.

"Asumsi saya terjadi hubungan, penasehat hukum dengan yang bersangkutan. Padahal yang bersangkutan tahu bahwa dia menjadi ahli itu yang mengajukan penyidik, bukan penasehat hukum," tutup Ali.

Edward adalah satu dari tujuh ahli yang menyatakan tidak ada unsur pidana dalam kasus penodaan agama oleh Ahok. Edward juga berpendapat Ahok tidak tepat dikenakan pasal 165 dan 165a KUHAP.





Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Tanggapan Dituduh Terima Suap,Ahok: Siapa Berani Kasih Duit ke Saya?


Tanggapan Dituduh Terima Suap,Ahok: Siapa Berani Kasih Duit ke Saya?

BERITA HANGAT 5 - Cagub No.2 ,Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa Ahok mengaku tak mengetahui aliran uang suap terkait kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, pada kasus tersebut bisa saja sejumlah pihak mencatut namanya sebagai penerima uang, karena pada saat itu dia ikut membahas proyek yang bernilai Rp5,8 triliun.

"Masukin daftar di situ kan bisa saja. Yang mau bagiin bikin daftar, tapi terima apa tidak?" kata Ahok Balai Kota, Senin, 6 Maret 2017.

Menurut pria yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu, saat dalam pembahasan proyek tersebut, dia mengklaim sebagai satu-satunya anggota komisi II yang menolak keras diberlakukan pendataan KTP melalui sistem elektronik.

Saat itu, ia menilai, e-KTP lebih baik diserahkan ke perbankan yang dimiliki Badan Usaha Milik Daerah agar perekaman data warga bisa mudah terdeteksi. Hal itu juga mengajak masyarakat menerapkan transaksi secara non-tunai.

"Saya paling menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamnya kok. Saya bilang ngapain habisi Rp5-6 triliun," ujarnya.

Bahkan Ahok menyebutkan, sejak dirinya duduk di komisi pemerintahan, ia merasa tak pernah satu orang pun berniat menyuap dirinya. Itu diperlihatkan, Ahok menyatakan, dengan sikap dirinya yang terus mengembalikan uang perjalanan dinas apabila telah melewati masa hari yang ditentukan.

"Orang sudah tahu siapa Ahok kok, siapa berani kasih duit ke gua. Langsung gua lapor KPK," ujarnya.

Dalam pengusutan korupsi e-KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menjerat dua pejabat dari Kementerian Dalam Negeri yang terlibat yakni mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman dan Sugiharto sebagai mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Andi Analta Amir ikut Bersaksi untuk Ahok



JAKARTA, BERITAHANGAT5 - Andi Analta Amir, kakak angkat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bakal menceritakan hubungan keluarganya dan Ahok saat bersaksi pada persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (7/3/2017).

Andi Analta Amir ingin mengungkap kepada publik bahwa Ahok memiliki keluarga angkat muslim.

"Kami cuma memberikan masukan terhadap kesaksian kami. Juga dilihat hubungan saya sebagai keluarga Ahok. Apa benar cerita yang saya laporkan itu bahwa saya memang keluarga sama Ahok," kata Andi ditemui di Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

(Baca: Kuasa Hukum Ahok Siapkan 15 Sampai 20 Saksi dan Ahli)

Andi mengatakan tak ada persiapan khusus menghadapi sidang nanti. Yang jelas, kata Andi, dirinya siap berargumen terkait dugaan penodaan agama yang menjeret Ahok.

"Saya cuma mau beritahu bahwa yang namanya pidato penistaan agama itu harus ada bukti materil, dari niat itu kita lihat kejadian, dari dimensi saya tidak ada (penodaan agama)," ujarnya.

Menurut Andi, sejumlah saksi memberatkan yang dihadirkan dalam persidangan-persidangan sebelumnya terkesan terlalu dipaksakan.

Namun demikian, Andi mengatakan tak akan berupaya membantah atau merontokan keterangan saksi-saksi sebelumnya. Menurut dia, hakim bisa menilai kualitas kesaksian para saksi tersebut.

Kubu Ahok rencananya menghadirkan tiga saksi dalam persidangan pekan depan. Selain Analta Amir, dua saksi lain adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo dan Eko Cahyono.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah selesai menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama.

(Baca: Kakak Angkat Ahok Akan Jadi Saksi Meringankan)

Adapun beberapa saksi pelapor yang sudah dihadirkan oleh JPU seperti Irena Handono, Pedri Kasman, Novel Bamukmin, Muhammad Asroi Saputra, dan lain-lain.

Kemudian saksi ahli yang dihadirkam JPU seperti Ketua Majelis Umum Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :


Komentar Sandi, Atas Pulangnya Ahok-Djarot

Komentar Sandi, Atas Pulangnya Ahok-Djarot

Beritahangat5.com - Pasang calon wakil gubernur DKI Jakarta no urut 3, Sandiaga Uno menanggapi aksi Ahok dan Djarot yang meninggalkan acara penetapan pasangan calon dan tahapan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Sandi mengaku, bahwa dirinya juga banyak acara namun dibatalkan karena ada acara ini

"Saya pun sebetulnya banyak banget acara, ada 4 acara. Tapi acara penetapan pasangan calon dan tahapan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta jadi prioritas saya," ujar Sandi usai acara di Hotel Borobudur.

Menurut Sandi, acara yang diselenggarakan KPU DKI ini harusnya diprioritaskan oleh paslon karena bagian penting dari proses Pilkada DKI. Hasil pleno penetapan paslon sekaligus penetapan tahapan putaran kedua adalah hasil kerja keras KPU DKI yang layaknya dihargai.

"Warga Jakarta menunggu hasil pleno dan KPU DKI sudah bekerja begitu keras tanpa lelah dan berusaha profesional, maka dari itu saya hadir di sini,"tegas Sandi. 

Sebelumnya, Paslon no urut 2, Ahok dan Djarot tiba-tiba meninggalkan acara KPU DKI tentang penetapan paslon dan tahapan putaran kedua di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Pasangan calon nomor urut dua tersebut mengatakan memiliki acara yang tidak dapat ditinggali.

Ahok-Djarot mengklaim sudah tiba pada pukul 19.00 WIB untuk menghargai undangan KPUD DKI Jakarta. Mereka masuk ke dalam ruangan Flores Ballroom pada pukul 19.50 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 20.05 WIB.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Banjir Belum Surut, Ahok Sampaikan Permohonan Maafnya Kepada warga Jakarta


Banjir Belum Surut, Ahok Sampaikan Permohonan Maafnya Kepada warga Jakarta

Beritahangat5.com - Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan Gubernur DKI Jakarta telah meminta maaf kepada warga Jakarta yg menjadi korban dan terdampak banjir. Hal tersebut dia sampaikan setelah selesai menjalani sidang kesebelas kasus dugaan penistaan agama pada Selasa (21/2/2017) malam.

"Saya sampaikan permohonan maaf saya kepada warga Jakarta, saya nggak bisa kerja sepenuh waktu, padahal saya tahu warga DKI sedang mengalami banjir," ucap Ahok, saat di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.

Ahok meminta maaf lantaran harus menjalani sidang sampai sekitar pukul 22.30 WIB di saat warga Jakarta sedang mengalami banjir. Ahok pun mengatakan dia telah menginstruksikan jajaran terkait supaya tempat pengungsian dilengkapi air panas sehingga membuat para ibu rumah tangga tak kesulitan saat akan membuat susu utk anaknya.

Ahok pun menyampaikan kalau normalisasi sungai di Jakarta telah selesai 40% dan akan terus dilakukan utuk mengurangi ancaman banjir di Jakarta.

"Kemudian ada 1 PPSU meninggal belum juga ditemukan, kami berharap bisa ditemukan, kami kerja keras," kata Ahok.

"Mohon maaf sekali lagi khususnya pada ibu rumah tangga (IRT), sebab saya mengalami sidang seperti ini. Walau saya tidak ada niat untuk menoda agama, ini pun sudah terjadi," ucap Ahok.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



 

Curhatan Warga Kepada Ahok Karena Limbah Dibuang Ke Got

Curhatan Warga Kepada Ahok Karena Limbah Dibuang Ke Got


Beritahangat5, Jakarta - Salah satu warga curhat kpd Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) karna adanya tetangga yg mempunyai perusahaan katering & suka membuang limbahnya ke got. Dia udah melaporkan hal tersebut ke lurah setempat tapi malah balik diancam karena sang lurah takut dipecat.

"AA sebuah perusahaan katering membuang limbah ke got, aku sudah lapor RT tapi tak ada tindakan, RW cuma dibersihkan sedikit, lurah kemudian mengancam aku 'kalau aku ini dipecat apa urusan kamu'?" ucap salah satu warga Johar Baru dengan nama Haryanto di sela-sela launching buku 'A Man Called Ahok' di Kempinski, Menteng, Jakpus, Minggu (5/2/2017).

"Lurah takut dipecat dikarenakan tunjangan miliknya 39 jt, perkara itu jikalau org ada usaha didlm perumahan, jgn ditutup sama ekonomi kasihan, kan dibuat utk kepentingan msyrkt. Kalau masalah catering tadi harus kita panggil, kamu boleh usaha, tapi jgn sampai rusak lingkungan, buang minyak buang asap apa tak kita bilangin dulu," jawab Ahok.

Soal masalah kebersihan lingkungan ini, Ahok pun membicarakan warga Jakarta byk yg tadk punya septic tank. Apabila musim kemarau udah tiba, maka baunya akan minta ampun jika alirannya tak kencang.

"Di Jakarta, byk yg tdk mempunyai septic tank, makanya kemarau air kalo gak kenceng, bau nya minta ampun. Sudah aku tugaskan lurah, kalo itu melanggar tetap saja kita bilang minta pindah, kalau lurah pada gak mau tanggapi SMS, kalau lapor juga pukul 07.30 WIB di Balai Kota," ucap Ahok.

Ahok juga kemudian membahas tata kota khususnya terkait tentang adanya pembangunan rusun. Ahok fokus utk bangun rusun di atas stasiun & terminal bus.

"Kita mulai bangun byk rusun di atas stasiun, di atas terminal bus. Bisa gak orang kaya beli? Skrgg gak bisa, rusun yg baru pakai sidik jari, kita lagi bangun lagi 7 tower di Daan Mogot, ini yg saya blg kayak Singapura," ujarnya.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :
 

Jawaban Agus,Ditanya Cara Membangun Tanpa Menggusur.


Jawaban Agus,Ditanya Cara Membangun Tanpa Menggusur.

Berita Hangat 5 - Debat antar calon gubernur DKI ini sangat seru dan menegangkan.Saat sesi tanya jawab antar pasangan calon, pasangan Ahok-Djarot diberikan kesempatan bertanya kepada pasangan Agus-Sylvi. Pertanyaan dilontarkan oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta,Djarot Saiful Hidayat. Djarot bertanya kepada calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, soal program membangun tanpa menggusur di bantaran sungai di Jakarta.

Bagaimana membangun tanpa memindahkan bangunan itu sehingga rakyat bisa mendapatkan hunian? kata Djarot kepada Agus di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

"Intinya kami tak sanggup lakukan itu, sela Ahok.

Calon gubernur Jakarta nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah Jakarta bisa merelokasi warga dari hunian horisontal ke hunian vertikal sehingga tidak perlu memindahkan mereka ke rusunawa.

"Meremajakan kampung tidak perlu tidak cabut dari habitat mereka. Nanti yang terjadi adalah kemiskinan. Caranya bisa alokasikan lahan yang ada. Dari perumahan horisontal ke perumahan vertikal tentu ada lahan yang bisa digunakan untuk hunian layak bagi mereka dan tidak mengganggu aliran sungai," kata Agus di acara debat.

Menurut Agus merelokasi warga dari tepi sungai bisa dilakukan paralel dengan lingkungan hidup.

"Dan itu dilakukan dengan masyarakat. Kami banyak bicara dengan banyak aktivis, komunitas. Dan mereka mau digeser sedikit untuk dipindahkan ke hunian yang layak, " kata dia.

Agus mengatakan mereka yakin dengan cara itu tidak akan kehilangan rumah.

"Bukan rusunawa, mereka tidak akan kehilangan mata pencaharian," kata dia.

Mendengar program Agus, Ahok heran bagaimana cara mengadakan tanah untuk membangun hunian warga di sekitar sungai.

"Kami bangun rusunawa itu untuk bukan tanpa solusi. Kami bantu biaya, gratiskan transportasi, beri KJP, beri tunjangan, sembako, macam-macam," kata Ahok.

Kebijakan merelokasi warga dari bantaran sungai, kata Ahok, untuk menaati peraturan pemerintah yang melarang bangunan berdiri di pinggir sungai. Ahok ingin tahu bagaimana cara Agus mengadakan lahan untuk hunian di sekitar sungai.

"Kan tidak mungkin kita dirikan bangunan di jalan inspeksi. Gimana caranya nggak langgar PP untuk tertibkan bangunan," kata dia.

Agus kemudian maju. Namun, penjelasannya terlalu normatif. Dia lebih banyak menekankan bahwa menertibkan pemukiman warga di pinggir sungai bisa dilakukan tanpa menggusur.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Aksi Saling Lapor Makin Marak Belakangan Ini, Dari Kasus Ahok, Rizieq, Sampai Megawati


Aksi Saling Lapor Makin Marak Belakangan Ini, Dari Kasus Ahok, Rizieq, Sampai Megawati

BERITA HANGAT 5,  JAKARTA - Aksi saling lapor makin marak belakang ini. Pihak yang terlapor yaitu Basuki Tjahaja Purnama, habib Rizieq Shihab, sampai ke Megawati Soekarnoputri.

Polisi dituntut profesional menuntaskan aksi saling lapor tersebut. sampai saat ini, setidaknya ada 12 laporan yg sudah masuk ke polisi, terhitung sejak pada Oktober 2016 sampai pertengahan Januari 2017.

Motifnya pun berbeda-beda, mulai dari pencemaran nama baik, fitnah, sampai penodaan agama.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Massa Pendemo Sidang Ahok Berkurang



Massa Pendemo Sidang Ahok Berkurang

Berita hangat 5 - Massa pendemo di sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, sepi. Kendati jumlah pengunjuk rasa tidak begitu masif, polisi tidak mengendurkan pengamanan.

Massa yang pro dan kontra terdakwa tetap dipisah. Massa pro di sisi kanan gerbang selatan kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan dengan seragam kotak-kitak. Massa yang kontra di bagian kiri dengan pakaian putih-putih.

"Bebas... bebas... bebaskan Ahok... bebaskan Ahok sekarang juga," teriak massa pendukung Ahok, Selasa (24/1/2017).

"Kami menuntut si penista agama dipenjara segera," seru massa kontra Ahok.

Jarak kedua kubu demonstran sekitar 500 meter. Mereka dibatasi kawat berduri dan empat mobil antihuru hara, juga pagar betis polisi.

Massa pro Ahok lebih banyak mengisi aksi dengan menari dan bernyanyi. Sedangkan massa yang kontra mengisi aksi dengan orasi.

Hari ini sidang ketujuh kasus dugaan penistaan agama atas terdakwa Ahok. Hakim memeriksa lima saksi yang diajukan jaksa penuntut umum, yakni Muhammad Asroi Syahputera, Ibnu Baskoro, Iman Sudirman, Lurah Pulau Panggang Yuli Hardi, dan Nurcholis Majid, petugas Humas Pemprov DKI.

Ahok didakwa menoda agama sebab karena mengutip Surat Al Maidah saat pidato di Pulau Pramuka, Kepualauan Seribu, 27 September. Jaksa mendakwa Ahok melanggar Pasal 156 (a) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
















Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Pengacara Memprediksikan Ahok Akan Bebas Dari Tuduhan Penistaan Agama Pada 1 Febuari 2017

Pengacara Memprediksikan Ahok Akan Bebas Dari Tuduhan Penistaan Agama Pada 1 Febuari 2017
Pengacara Memprediksikan Ahok Akan Bebas Dari Tuduhan Penistaan Agama Pada 1 Febuari 2017

Berita Hangat : Tim Kuasa Hukum Ahok Humphrey Djemat memberikan sejumlah keterangan terkait sidang yang di gelar pada Selasa (17/1/2017) lalu, yang menyeret Ahok ke dalam kursi sebagai tersangka kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan Januari ( 21/1/2017).

Menurutnya banyak di antara para saksi penuntut yang tidak hadir dalam beberapa persidangan. Ini membuat sidang sangat tidak relevan karena seperti membuang waktu, kata Humphrey.

Pada awal pelaporan, semuanya dengan semangat melaporkan dan menuduh bahwa kasus tersebut merupakan penistaan yang dilakukan oleh Ahok. 

Namun seiring dengan waktu semakin sedikit saksi penuntut dan bahkan tidak ada bukti dan saksi yang muncul memiliki kualitas.

Banyak kejanggalan dan keterangan yang diduga seolah di buat hanya untuk kepentingan politik. Dengan begitu saya yakin Bapak Ahok akan di bebaskan segera dari tuduhan penistaan, ucap Humphrey kepada semua media massa.

Humphrey juga memberikan perkiraan batas tanggal akan dibebaskan, ”Menurut saya Pak Ahok akan di bebaskan ketika sidang yang berikutnya akan digelar, mungkin tepatnya pada tanggal 1 Februari nanti“, ujar Humphrey kepada media massa.

Pada sidang berikutnya saya juga yakin Ahok akan di beri keputusan dari hakim bahwa terbukti tidak bersalah atas tuduhan penistaan agama.

Menilai adanya motif dari politikus yang berada di pihak belakang, mungkin berikutnya akan ada gelombang yang terjadi berikutnya mencari segala cara untuk memenjarakan Ahok.

Untuk itu akan di klarifikasi juga dari pihak terkait untuk menelusuri apa sebenarnya motif dari pelapor tersebut apakah itu nyata atau tidak.

Karena sampai hari ini banyak dari para pelapor dan saksi yang memiliki kejanggalan yang sangat besar selama dipersidangan.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Saksi Briptu Ahmad Ditegur Keras Oleh Hakim, Saat Memberikan Kesaksian Dalam Persidangan Ahok

Saksi Briptu Ahmad Ditegur Keras Oleh Hakim, Saat Memberikan Kesaksian Dalam Persidangan Ahok
Berita Hangat, Berita Terpopuler, Berita Terkini, Berita Dalam Negeri, Berita Luar Negeri, Berita Campuran Indah, Berita ISIS, Berita Pemerkosaan

Berita Hangat : Majelis Hakim kasus dugaan Penistaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih sering disapa dengan Ahok, sempat menegus dengan keras atas saksi Briptu Ahmad Hamdani lantaran didalam persidangan Briptu Ahmad Hamdani kerap tertawa atau cengegesan saat memberikan kesaksian didalam ruang sidang.

Briptu Ahmad Hamdani merupakan salah satu anggota Polresta Bogor yang menerima laporan dari Willyudin Dhani atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Briptu Ahmad Hamdani dipanggil dikarenakan adanya kejanggalan dalam laporan Polisi.

 "Enggak usah ketawa-ketawa. Malu banyak polisi di sini. Jangan mencemarkan nama korps Anda," tegas Majelis Hakim di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Pihak Majelis Hakim sempat menanyakan dengan sangat detail pelihar laporan Ahok yang dilaporkan oleh Willyudin, seperti berapa orang yang hadir disaat itu, kemudian menanyakan seputar kertas kornologi yang dibawa oleh sih pelapor Willyudin.

Namun didalam memberikan keterangan Ahmad tampak tidak tegas dalam memberikan keterangan, bahkan Ahmda kerap menjawab pertanyaan dari hakim dengan nada yang sangat pelan sehingga membuat Hakim kembali menegurnya.

"Saudara sudah disumpah. Kalau enggak tahu ya ngomong enggak tahu. Yang saudara alami masing-masing kita uji di sini," tegas Hakim.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :