Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Mata Pria Ini Buta Karena Pakai Lensa Kontak Saat Tidur

NGEBLOGNEWS.COM - Banyak orang memilih lensa kontak sebagai alternatif pilihan untuk membantu penglihatan sekaligus untuk mempercantik penampilan, khususnya bagi kaum hawa. Namun, tahukah kamu jika lensa kontak bisa mendatangkan bahaya?






Lensa Kontak
Christina Wei (Foto : worldofbuzz.com)



Pengguna lensa kontak memang berpotensi terinfeksi bakteri, jamur, atau mikroba lainnya. Maka tak heran jika mereka harus memberikan perhatian yang ekstra dengan merawat dan menjaga kebersihan lensa kontak yang rutin dipakai dalam aktivitas sehari-hari.



Seorang pengguna Facebook bernama Christina Wei baru-baru ini berbagi pengalaman mengerikannya setelah sang suami mengalami infeksi parah akibat memakai lensa kontak secara terus menerus.



Kondisi tersebut ternyata membuat suaminya harus menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.






Lensa Kontak
Christina Wei (Foto : worldofbuzz.com)



"Kami selalu membaca di Facebook tentang pentingnya kebersihan dan tidak memakai lensa kontak saat tidur karena dapat menyebabkan infeksi mata. Namun, kami tidak menanggapinya dengan serius," kata Christina.



Ia menambahkan jika bola mata suaminya sudah terinfeksi dan mulai membengkak setelah ia tidur memakai lensa kontak.



"Setelah membengkak, kami pergi ke dokter umum dan suami saya diberi obat tetes mata. Namun, setelah memakai tetes mata tersebut, infeksinya semakin memburuk."



Setelah itu mereka langsung mendatangi spesialis dokter mata. "Dokter mengatakan kepada kami jika bola mata suami saya rusak berat akibat infeksi. Tetes mata yang diberikan dokter umum ternyata mengandung steroid, yang mempercepat pertumbuhan bakteri pada mata.



Akibatnya, mata kanannya menjadi buta. Jika situasi semakin memburuk, ia harus menjalani operasi untuk mengganti kornea-nya," tutup Christina.



Mata sebelah kanan suaminya kini tak bisa melihat karena kerusakan tersebut. Dokter pun hanya bisa menentukan visibilitas penglihatannya setelah ia sepenuhnya pulih. Dokter kemudian akan menentukan apakah kornea perlu diganti atau tidak.



Sumber : : liputan6.com

8 Manfaat Buah Kiwi Untuk Kesehatan

Ngeblognews.com - Kiwi adalah sejenis buah beri yang dapat dimakan dari tanaman merambat berkayu dalam genus Actinidia. Actinidia asli berasal dari Shaanxi, Tiongkok.



Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (5–8 cm / 2–3 in dan diameter 4.5–5.5 cm / 1¾–2 ). Buah ini kaya serat, kulit berwarna hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan dengan biji kecil, hitam, dan bisa dimakan. Tekstur buah ini sangat halus dan rasanya yang unik, saat ini buah kiwi sudah ditanam di berbagai negara.



Buah ini awalnya bernama Gosberi Cina, buah ini dinamai kembali dengan alasan ekspor marketing pada tahun 1950-an, menjadi melonette, kemudian kiwi. Nama buah ini berasal dari kiwi — burung yang tak bisa terbang dari Selandia Baru.






8 Manfaat Buah Kiwi Untuk Kesehatan
Buah Kiwi



Berikut ini beberapa 8 manfaat buah kiwi untuk kesehatan :



1. Membantu pencernaan dengan enzim

Kiwi mentah mengandung actinidain, enzim protein larut yang bisa membantu mencerna makanan lebih baik seperti papain dalam pepaya atau bromelain pada nanas.



2. Membantu mengelola tekanan darah

Tingkat tinggi kalium dalam kiwi membantu menjaga keseimbangan elektrolit dengan menangkal efek natrium.



3. Melindungi dari kerusakan DNA

Sebuah studi oleh Collins, Horska dan Hotten menunjukkan bahwa kombinasi unik antioksidan dalam kiwi membantu melindungi sel DNA dari kerusakan oksidatif. Beberapa ahli menyimpulkan ini bisa membantu mencegah kanker.



4. Meningkatkan kekebalan

Tingkat tinggi vitamin C dalam kiwi bersama dengan senyawa antioksidan lainnya telah terbukti meningkatkan sistem kekebalan tubuh.



5. Menurunkan berat badan

Indeks glikemik rendah dalam kiwi dan kandungan serat yang tinggi berarti tubuh Anda tidak akan membuat insulin terlalu cepat.





6. Membantu membersihkan racun

Serat fuzzy kiwi membantu mengikat racun dari usus Anda.



7. Membantu memerangi penyakit jantung

Makan 2-3 kiwi sehari telah terbukti mengurangi potensi pembekuan darah sebesar 18 persen dan mengurangi trigliserida sebesar 15 persen.



Banyak orang mengambil aspirin untuk mengurangi pembekuan darah, tapi ini menyebabkan banyak efek samping termasuk peradangan dan pendarahan usus. Buah kiwi memiliki manfaat antipembekuan yang sama tanpa efek samping.



8. Cocok untuk penderita diabetes

Kiwi rendah indeks glikemik, yang berarti tidak menaikkan gula darah dengan cepat. Kiwi memiliki beban glikemik empat yang berarti aman bagi penderita diabetes

Cara Tepat Mengajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Dini

NgeblogNews.Com - Mengajari anak pendidikan seksual masih dianggap tabu oleh masyakarat umum. Padahal, pengajaran pendidikan seksual sejak dini merupakan hal penting yang bisa dijadikan benteng bagi anak dalam menjaga dirinya di kehidupan sehari-hari.



"Terdapat 3 fase dalam memberikan pendidikan seksual pada seseorang yaitu saat pra pubertas, pubertas dan pasca purbertas," tutur Peni Handayati, M.Psi di sela-sela acara Dokter cilik Award 2015 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).



Dalam fase pra pubertas, seseorang akan lebih ditekankan pada peran wanita dan laki-laki dalam masyarakat. Kemudian, akan berbeda lagi ketika memasuki fase pubertas. Materi yang diberikan lebih pada penekanan dalam personal responsibility. Selanjutnya, pasca pubertas atau sebelum menikah, penekanan personal responsibility akan lebih besar lagi. Misalnya, dijabarkan bagiamana peran orang tua dalam keluarga.






Cara Tepat Mengajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Dini
ilustrasi mengajari anakpendidikan seksual sejak dini / Foto: thinkstock



"Beberapa anak-anak di Indonesia telah mendapatkan konsep pendidikan seksual seperti di Sumatera dan Kalimantan. Tetapi masih banyak anak-anak dari daerah lain belum mengetahui tentang pendidikan seksual yang berbasis bukan biologis, tetapi lebih ke moral dan responbility-nya," lanjut Peni.



Ia mengatakan, pendidikan seksual pada anak bisa diberikan dengan cara pendekatan yang berbeda, disesuaikan dengan nilai-nilai yang akan disampaikan. Peni mencontohkan, misalnya materi bahwa pria dan wanita memiliki peran yang nantinya tidak sama. Untuk itu, perlu ditekankan jika wanita harus lebih menjaga dirinya sedangkan pria harus menghormati wanita dan tidak melakukan pelecahan seksual.



Pendidikan seksual sejak dini, lanjut Peni, diharapkan bisa menjadi benteng bagi setiap anak agar tidak melakukan hal-hal yang seharusnya memang belum mereka lakukan. Selain itu, anak-anak juga diharapkan mampu memproteksi diri dan lingkungannya agar terhindar dari pelecahan seksual.



"Apabila seseorang ingin menyentuh bagian privasi terutama anak perempuan, mereka harus berani bilang tidak. Namun, apabila si pelaku tetap memaksa minimal mereka harus berani untuk teriak. Kemudian, ketika ada seseorang yang menjadi korban pelecahan seksual, kita harus mengajak mereka agar mau sharing, tetapi tidak menghakiminya," tutup Peni.



Via Detik

5 Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kesehatan




Jeruk Nipis
ilustrasi





Ngeblognews.com - Selama ini jeruk nipis digunakan sebagai penambah rasa asam pada beberapa jenis makanan. Namun, rupanya jeruk nipis juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan, antara lain:



1. Kandungan vitamin C dan flavonoid pada jeruk nipis mengandung antibiotik dan disinfektan yang dapat mengurangi bau badan tak sedap pada tubuh.



2. Jeruk nipis mengandung segudang vitamin C yang bermanfaat saat tubuh kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, flu, gusi bengkak dan berdarah, serta sariawan.



3. Flavonoid dan vitamin C adalah antioksidan alami yang dimiliki jeruk nipis. Jika dikonsumsi atau dioleskan pada kulit, jeruk nipis dapat menyegarkan kulit, membuat kulit tampak bercahaya, dan memberikan perlindungan dari infeksi. Saat dioleskan langsung ke kulit, keasaman jeruk nipis bisa mengangkat kulit mati, mengurangi ketombe, ruam, dan memar pada kulit.



4. Jeruk nipis memiliki kandungan asam folat dan potasium yang dapat membantu proses metabolisme tubuh.



5. Jeruk nipis mengandung zat aktif bernama naringenin. Zat semacam antioksidan yang memberikan rasa pahit pada kulit jeruk ini membantu mempertahankan berat badan ideal dan meningkatkan sensitivitas insulin. Sistem kerja naringenin hampir sama dengan obat penurun lipid yaitu rosiglitazone dan fenofibrate yang biasanya digunakan untuk terapi diabetes.

Cara Tepat Mengorek Kuping

Ngeblognews.com - Saluran lubang telinga memiliki sel penghasil kotoran telinga. Tak jarang, kotoran telinga ini membuat tak nyaman karena menyumbat pendengaran dan kadang menimbulkan sakit serta gatal. Inilah alasan seseorang membersihkan telinga dengan memakai korek kuping.



Padahal kebiasaan mengorek kuping bagian dalam tidak disarankan para ahli kesehatan. Apalagi jika memakai cotton bud atau korek kuping. Pasalnya, kebiasaan mengorek kuping bisa membuat gendang telinga pecah, radang saluran telinga, infeksi telinga, bahkan kehilangan pendengaran.






Mengorek Kuping
ilustarsi



Gendang telinga sangat lunak dan rapuh. Jadi, bila korek kuping menyentuhnya, gendang telinga berisiko mudah pecah. Proses penyembuhan gendang telinga pun memakan waktu yang lama dan berisiko membuat kehilangan pendengaran.
Jadi, bagaimana cara membersihkan kotoran telinga?.



Sebenarnya, air yang masuk saat mandi atau mencuci rambut maupun wajah akan membersihkan, melunakkan, dan menguraikan kotoran telinga yang sudah terkumpul.



Lalu, saat kulit di bagian dalam telinga mengelupas, kotoran telinga juga ikut terbawa dan terbuang. Kotoran telinga juga akan keluar sendiri saat tidur atau mengunyah makanan.



Tapi, bila kotoran telinga Anda sangat banyak, keras, dan menganggu, segera temui dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan - Kepala, Leher (SP.THT-KL) agar bisa menerima perawatan kotoran telinga yang aman dan bebas rasa sakit (Artikel Review oleh dr. T. Ari Wibowo)



Sumber: Meetdoctor.com