Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Rolis Tukang Ojek Yang Bawa Menteri Pendidikan Saat di Kota Jambi.

NgeblogNews.Com - Kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang melakukan kunjungan dengan menggunakan jasa ojek di Kota Jambi, Selasa (27/10/15) cukup mengejutkan warga bumi sepucuk jambi sembilan lurah.



Rolis adalah salah jasa tukang ojek yang cukup beruntung. Entah mimpi apa hingga paginya Ia mendadak jadi ojek pribadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama berkunjung ke beberapa tempat di Kota Jambi.






Rolis, tukang ojek yang mengantar Anies Baswedan
Rolis, tukang ojek yang mengantar Anies Baswedan, Selasa (27/10/2015) [Foro : Tribun Jambi]





Awalnya, Rolis mengaku cukup terkejut sekaligus heran, saat dihadang temannya sesama ojek kemudian diminta mengantar Anies Baswedan selama melakukan kunjungan ke rumah sakit umum dan beberapa sekolah di Kota Jambi.



Saat ditanya bagaimana perasaannya, ia menjawab, "Namanya bawa menteri jadinya hati-hati nian," kata Rolis.



Sepanjang perjalanan diakui Rolis, Anies hanya bertanya tentang dirinya dan keluarganya, "Di motor ditanya tempat tinggal di mana, anak berapa. Itu aja, tapi orangnya enak," kata Rolis, warga yang tinggal tak jauh dari Hotel Aston, tempat mendikbud dan rombongan menginap.



Lantas soal ongkos ojek?, "Berapa aja dikasi diterima. Tadi 20 orang kami ngantar," katanya saat di SMP 5 Kota Jambi.



Via Tribun

Naik Ojek, Menteri Pendidikan Tiba di SMP 5 Jambi

NgeblogNews.Com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pagi ini mengunjungi sejumlah sekolah di Kota Jambi, Selasa (27/10).






Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tiba naik ojek di SMP Negeri 5 Kota Jambi,
 Selasa (27/10/2015). Menteri Anies meninjau sekolah-sekolah di Jambi. [Foto :TRIBUNJAMBI/DEDY NURDIN]



Seperti terlihat, Anies Baswedan tiba di SMP Negeri 5 Kota Jambi sekitar pukul 09.20 WIB. Mendikbud tiba dengan menggunakan ojek.



Setibanya di SMP 5 yang berlokasi di Lebak Bandung menteri bersalaman dengan para guru dan langsung mendatangi salah satu ruangan untuk berinteraksi dengan para siswa.



Via Tribun

Cara Tepat Mengajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Dini

NgeblogNews.Com - Mengajari anak pendidikan seksual masih dianggap tabu oleh masyakarat umum. Padahal, pengajaran pendidikan seksual sejak dini merupakan hal penting yang bisa dijadikan benteng bagi anak dalam menjaga dirinya di kehidupan sehari-hari.



"Terdapat 3 fase dalam memberikan pendidikan seksual pada seseorang yaitu saat pra pubertas, pubertas dan pasca purbertas," tutur Peni Handayati, M.Psi di sela-sela acara Dokter cilik Award 2015 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).



Dalam fase pra pubertas, seseorang akan lebih ditekankan pada peran wanita dan laki-laki dalam masyarakat. Kemudian, akan berbeda lagi ketika memasuki fase pubertas. Materi yang diberikan lebih pada penekanan dalam personal responsibility. Selanjutnya, pasca pubertas atau sebelum menikah, penekanan personal responsibility akan lebih besar lagi. Misalnya, dijabarkan bagiamana peran orang tua dalam keluarga.






Cara Tepat Mengajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Dini
ilustrasi mengajari anakpendidikan seksual sejak dini / Foto: thinkstock



"Beberapa anak-anak di Indonesia telah mendapatkan konsep pendidikan seksual seperti di Sumatera dan Kalimantan. Tetapi masih banyak anak-anak dari daerah lain belum mengetahui tentang pendidikan seksual yang berbasis bukan biologis, tetapi lebih ke moral dan responbility-nya," lanjut Peni.



Ia mengatakan, pendidikan seksual pada anak bisa diberikan dengan cara pendekatan yang berbeda, disesuaikan dengan nilai-nilai yang akan disampaikan. Peni mencontohkan, misalnya materi bahwa pria dan wanita memiliki peran yang nantinya tidak sama. Untuk itu, perlu ditekankan jika wanita harus lebih menjaga dirinya sedangkan pria harus menghormati wanita dan tidak melakukan pelecahan seksual.



Pendidikan seksual sejak dini, lanjut Peni, diharapkan bisa menjadi benteng bagi setiap anak agar tidak melakukan hal-hal yang seharusnya memang belum mereka lakukan. Selain itu, anak-anak juga diharapkan mampu memproteksi diri dan lingkungannya agar terhindar dari pelecahan seksual.



"Apabila seseorang ingin menyentuh bagian privasi terutama anak perempuan, mereka harus berani bilang tidak. Namun, apabila si pelaku tetap memaksa minimal mereka harus berani untuk teriak. Kemudian, ketika ada seseorang yang menjadi korban pelecahan seksual, kita harus mengajak mereka agar mau sharing, tetapi tidak menghakiminya," tutup Peni.



Via Detik