Tampilkan postingan dengan label Berita Terdepan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Terdepan. Tampilkan semua postingan

Wanita Ini Menggila Dan Pukul Satpam!!!


Wanita Ini Menggila Dan Pukul Satpam!!!

Beritahangat5.com - Seorang wanita telah ngamuk saat di kantor pegadaian Kendari viral di medsos.

Sampai Sabtu (11/3/2017), video yg diunggah Facebook Archilles, sudah dilihat 500 ribu kali dan 774 kali dibagikan.

Dari keterangan video, kejadian tsbt terjadi di kantor pegadaian cabang Mandonga (belakang Bank Mandiri) pada hari Jumat (10/3/2017) pukul 10.30 wita.

Awal mulanya wanita ini datang ke kantor pegadaian UPC Mandonga bertujuan utk membayar tagihan listrik, dan juga ingin mengalihkan nama rekening listrik dari nama almarhum suami menjadi namanya.

Lalu mau membayar bunga denda atas jaminan emasnya di pegadaian tsbt dgn nilai nominal setengahnya.

Sebenarnya wanita tsbt harus membayar Rp 500 ribu, tetapi dia bersikeras hanya mau membayar Rp 250 ribu, dan pihak pegadaian tak dapat menuruti permintaannya sebab tak sesuai prosedur.

Nah, dari situ puncak stressnya si wanita ini.

Dia langsung memaki-maki semua orang yg melihatnya dgn kata-kata kotor dan melakukan kekerasan kpd sekuriti pegadaian.

Wanita tsbt mungkin mulai sadar kalau aksinya ini terekam oleh kamera, lalu dia pun bergegas pergi keluar kantor.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Terjadi Kebakaran Yang Menewaskan 2 Orang Terbakar


Terjadi Kebakaran Yang Menewaskan 2 Orang Terbakar

Beritahangat5.com - Terjadi kebakaran sehingga melanda 3 rumah di Kampung Wirengan RT01 RW05, Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (19/2/2017).

Menurut dari informasi warga setempat, kebakaran terjadi kira-kira pukul 12.30 WIB. Korban yang meninggal dunia ialah Badriyah (sekitar 70) dan Umi (sekitar 55).

Kebakaran terseut diduga disebabkan oleh bensin yg dituang oleh Badriyah yang juga penjual bensin eceran. Tak jauh dari tempat Badriyah menuang bensin eceran, Umi melakukan aktivitas memasak.

Dimungkinkan api dari kompor menyambar uap bensin di rumah tsbt.

Terdapat 3 rumah rusak yang diakibatkan kebakaran.
Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Lantaran Menderita Gangguan Jiwa, Anak Membunuh Ibu Kandungnya Sendiri Dengan Golok


Lantaran Menderita Gangguan Jiwa, Anak Membunuh Ibu Kandungnya Sendiri Dengan Golok

Beritahangat5.com - Seorang pria di Ciputat, Tangerang Selatan, yg diduga mengalami derita gangguan jiwa, lantaran ia membunuh ibu kandungnya dengan menggunakan sebilah golok.

Korban pun tewas lantaran terluka parah di bagian punggung, kepala, dan bagian tangan. Sebelumnya, sang ibu sempat terjadi adu mulut dgn pelaku sebab menolak ketika mau dibawa berobat lantaran diduga menderita gangguan jiwa.

Pelaku yg tersulut emosinya lalu mengambil golok dan menyerang ibunya sampai tewas.

Berdasarkan dari informasi, pelaku telah diketahui sudah lama menderita gangguan kejiwaan yg sering muncul dlm kondisi tertekan.

Pelaku pembunuhan ini saat ini sudah diamankan di Mapolsek Ciputat, Tangerang Selatan. Selain itu jenazah sang ibu masih berada di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, utk dilakukan autopsi.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Puluhan Ribu Orang Berada Di Kawasan Renon Dalam Aksi Menolak Ormas FPI Masuk Ke Bali


Puluhan Ribu Orang Berada Di Kawasan Renon Dalam Aksi Menolak Ormas FPI Masuk Ke Bali

Beritahangat5, Jakarta - Seluruh massa datang dari beberapa eleman organisasi masyarakat dan lintas agama sudah padati kawasan Renon Denpasar Bali, Senin (6/2/2017).

video tersebut diunggah oleh salah satu akun @Fakta di Facebook, ia memperlihatkan detik-detik warga dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi menolak ormas FPI di Bali.

Puluhan ribu warga yang terdiri dari elemen Sandhi Murti, Flobamora Bali, Patriot Garuda Nisantara, GMKI, NU dan Anshor.

Selain itu, ada juga anggota dari 3 ormas terbesar di Bali, Laskar Bali, Baladika Bali & Pemuda Bali Bersatu (PBB)

Semua massa berorasi mengelilingi wilayah Renon Denpasar Bali.

Mereka berorasi menentang keras adanya ormas FPI masuk ke Bali.

Selain itu juga ormas radikal lainnya berada di Bali.

Terdapat beberapa lagu nasional terdengar berkumandang dalam aksi tersebut.

Aksi itu mendorong pemerintah mengusut tuntas kasus dugaan penistaan Pancasila dengn tersangka Ketua Umum FPI, Habib Rizieq dan kasus dugaan fitnah terhadap pecalang dengan terlapor Munarman.

Warga elemen lintas agama juga meminta FPI dibubarkan sebab ini dinilai tak benar lagi dengan cita-cita Bangsa Indonesia yang menghargai perbedaan.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Ini Ketiga Remaja Indonesia Yang Jadi Jawara Dunia Dalam Kompetisi Google


Ini Ketiga Remaja Indonesia Yang Jadi Jawara Dunia Dalam Kompetisi Google

Beritahangat5, Jakarta -- Anak Indonesia lagi-lagi mengharumkan nama negara di kompetisi berskala global.

Orang tersebut adalah Kaisar Arkhan, Raefaldhi Amartya Junior, dan Scott Moses Sunarto.

Ketiganya telah memperoleh urutan pemenang utama di ajang pengembang game online tahunan Google Code-In (GCI) 2016 yang diadakan pada November tahun lalu. Pengumumannya sendiri baru dirilis pekan ini,.

Lebih jauh, Kaisar, Rafaldhi, dan Scott berhasil unggul dari sejumlah pemenang lainnya yang berasal dari Romania, India, Rusia, Hongkong, Singapura, Kamerun, Uruguay, Polandia, bahkan Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Secara keseluruhan ada 34 remaja dari seluruh dunia yang menjadi pemenang. Mereka terpilih dari total 1.340 siswa di 62 negara yang turut berpartisipasi.

Kepada para pemenang dipilih melalui serangkaian seleksi. Mereka berhasil menyelesaikan 842 tugas selama proses penyisihan.

Hadiahnya adalah para pemenang berkesempatan berkunjung ke Google Campus, Palo Alto, San Francisco, Amerika Serikat, sekitar 4 hari pada pertengahan tahun ini.

Mereka akan bertemu para engineer terbaik di Google, sekaligus menikmati pemandangan area teluk San Francisco.

GCI adalah kontes pengembang game online berskala global yang ditujukan untuk seluruh siswa remaja berumur 13 sampai 17 tahun. Ajang ini sudah diadakan sejak 2008 lalu.

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Surat Untuk Kyai Ma'ruf Amin Agar MUI Berhenti Di Provokasi


Surat Untuk Kyai Ma'ruf Amin Agar MUI Berhenti Di Provokasi

Berita Hangat 5 - Majelis Ulama Indonesia menjadi target Provokasi keagamaan di Indonesia yang tak lain adalah oknum" ormas pada umat islam.

Sebutlah kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Gubernur non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kasus dugaan penistaan yang berhasil memunculkan aksi-aksi demo besar di Jakarta. Aksi demo 411 dan 212 yang mendapatkan tempatnya dengan dasar mengawal fatwa MUI bahwa AHOK MENISTA Islam melalui pidatonya di Kepulauan Seribu akhir September 2016. Bagaimana kemudian fitnah dan saling hujat bertebaran di media sosial dan ruang-ruang publik dari yang pro maupun yang kontra fatwa MUI ini.

Begitupun kemudian muncul fatwa MUI soal penggunaan atribut agama lain untuk umat Islam. Meski didasari niat baik agar tidak terjadi pemaksaan bagi umat Islam dalam bekerja, fakta di lapangan menunjukkan fatwa ini kemudian menjadi dasar sebagian ormas Islam untuk melakukan sweeping, tak sedikit yang dalam aksi sweepingnya menggunakan kekerasan.

Dalam surat terbukanya yang dimuat di Geotimes ini, Zuhairi menggarisbawahi peran MUI dan produk-produk hukum Islamnya, yang memunculkan gejolak sosial di masyarakat, merenggangkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan masyarakat kemudian abai pada aspek kebhinekaan bangsa Indonesia.

Berikut surat terbuka Zuhairi Misrawi pada ketua umum MUI, KH. Ma'ruf Amin:

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Izinkanlah saya mencium tangan Kiai, sebagaimana lazimnya seorang santri ngalap berkah dari kiainya. Saya sangat menghormati Kiai sebagai Rois ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Saya sudah beberapa kali ber-muwajahah dengan Kiai, baik dalam forum NU maupun dialog di media secara live.

Masih segar ingatan saya, Kiai begitu mencintai anak-anak muda NU, layaknya anak sendiri. Dalam beberapa acara NU, Kiai masih mau bercakap-cakap dengan anak muda dan sesekali melepas canda-tawa. Keguyupan ala NU yang selalu dinanti.

Ingin rasanya bisa sowan kepada Kiai dalam waktu dekat. Tapi karena terbatasnya waktu saya, dan barangkali juga waktu Kiai, izinkan saya menulis surat singkat yang berisi tentang kegelisahan sekaligus harapan agar Kiai bisa menjadi imam bagi umat Islam Indonesia. Setidaknya imam bagi kami anak-anak muda NU. Sebab, belakangan ini, terdengar sayup-sayup adanya formulir yang disebarkan kepada umat Islam agar seseorang dibai’at menjadi “Imam Besar”.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Ketika Kiai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI, saya mempunyai harapan besar terhadap organisasi ini. Pasalnya, Kiai berjanji akan menjadikan MUI sebagai gerbong gerakan Islam Moderat di Indonesia.

Dalam bayangan saya, MUI di bawah kepemimpinan Kiai akan mengalami transformasi yang sangat signifikan. Intinya, MUI akan merangkul semua kelompok di dalam Islam, apa pun mazhab dan alirannya. MUI akan berhenti mengeluarkan fatwa sesat, karena sesugguhnya yang berhak menilai seseorang mendapatkan petujuk Tuhan dan sesat hanya Tuhan. Allah SAW berfirman: Dan Allah SWT Mahatahu atas siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan mereka yang mendapatkan petunjuk (QS. Al-Najm: 30).

Lebih dari itu, saya membayangkan MUI di bawah kepemimpinan Kiai akan menjadi teladan bagi tumbuhnya harmoni dan toleransi di tengah-tengah masyarakat. Buah manis dari itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan semakin kokoh, diperkuat oleh Pancasila sebagai dasar negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

Saya masih ingat Kiai membacakan hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama NU di Surabaya pada tahun 2006. Kiai menegaskan bahwa Pancasila adalah final sebagai dasar negara, meski tidak ada semifinal. Semua hadirin tertawa riuh.

Bagi kami anak muda NU, Kiai adalah salah satu pengusung pembaruan metodologi forum kajian keagamaan NU yang meletakkan kerangka berfikir metodologis (al-tafkir al-manhaji) dalam penyelesaian masalah-masalah aktual kekinian. Walhasil, kajian-kajian bahtsul masail NU sangat luar biasa, dan menyemarakkan tumbuhnya studi Ushul Fiqh di pesantren-pesantren NU.

Cara berfikir metodologis seperti inilah yang sebenarnya saya harapkan bisa tumbuh di lingkungan MUI, sehingga sikap dan fatwa keagamaan yang dikeluarkan dapat memberikan manfaat bagi solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Dalam dua bulan terakhir, jujur saya mulai agak gelisah perihal komitemen MUI sebagai gerbong Islam Moderat di Tanah Air. Alih-alih menjadi gerbong Islam Moderat, MUI terlihat cenderung mengambil kebijakan dan mengeluarkan fatwa yang sama sekali tidak mencerminkan moderasi Islam.

Salah satu karakter moderasi Islam adalah memastikan visi rahmatan lil ‘alamin, tidak hanya berhenti dalam ucapan dan jargon, melainkan menjadi laku tindakan nyata. Visi rahmatan lil ‘alamin dalam konteks keindonesiaan, semestinya umat Islam betul-betul menjadi pengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. MUI dapat memberikan perlindungan penuh terhadap kalangan non-Muslim dan penganut aliran kepercayaan yang sudah eksis berabad-abad sebelum agama-agama yang diakui negara datang ke negeri ini.

Dalam bayangan saya, Kiai akan mengambil jarak dengan mereka yang selama ini mempunyai ideologi dan pemikiran yang dapat mengancam eksistensi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Harapan saya, Kiai akan menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai rujukan utama umat Islam Indonesia dalam mengambil kebijakan strategis kebangsaan.

Lebih dari itu, Kiai diharapkan oleh kami bisa mengambil jarak dengan politik praktis atau hal-hal yang dapat ditafsirkan bernuansa politis. Bahkan sejatinya Kiai dapat memberikan solusi yang dapat memperkokoh kualitas demokrasi kita dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh elemen bangsa, apa pun agama dan keyakinannya untuk mengabdi kepada negeri.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Sebab itu, Islam yang kita pahami sebagai kekuatan moral untuk memperkokoh solidaritas kemanusiaan dan solidaritas kebangsaan kita.

Coba Kiai lihat apa yang terjadi sekarang, situasinya sangat tidak kondusif bagi demokrasi yang sebenarnya sudah membaik dan membuahkan hasil. Bahkan taruhannya adalah kebersamaan kita sebagai bangsa sedang dalam ujian serius.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Izinkanlah saya menyampaikah dua hal yang terus mengganjal nurani saya untuk mempertanyakan komitmen MUI dalam mengusung Islam Moderat di Tanah Air. Meminjam ungkapan KH Mustofa Bisri, MUI makin tidak jelas. Saya pun mempunyai pandangan yang sama.

Pertama, soal sikap MUI terhadap kasus dugaan penodaan agama terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut saya, MUI tidak hati-hati dan terlihat tergesa-gesa mengeluarkan sikap keagamaan. Padahal dalam kasus yang sangat sensitif, semestinya MUI dapat mempertimbangkan “mudarat” dan “maslahat”, khususnya bagi demokrasi dan keutuhan bangsa ini.

Ada beberapa keanehan yang mengusik pikiran dan nurani saya sampai saat ini. Kenapa MUI mengeluarkan sikap keagamaan tanpa menggunakan medium klarifikasi (tabayyun). Poin ini saat penting untuk dikemukakan, apalagi jika melihat persidangan sementara kasus Ahok ini.

MUI sebenarnya bisa mengambil langkah luar biasa sebagai konsekuensi dari pilar Islam Moderat. Demi menjaga momen demokrasi dan keutuhan bangsa, sebenarkan solusi terbaik adalah menerima maaf Ahok dan meminta Ahok agar tidak mengulangi lagi berkata-kata yang dapat menyinggung perasaan umat Islam.

Saya pribadi tegas menyatakan bahwa Ahok tidak menodai agama Islam. Dalam ucapannya Ahok justru mengingatkan kita agar berpolitik secara bermartabat, jangan sampai agama dijadikan alat kampanye. Saya berpandangan, ayat al-Maidah 51 bukanlah ayat tentang kepemimpinan. Ayat tersebut turun dalam konteks perang, bukan konteks damai. Sementara kita saat ini hidup dalam situasi damai, bukan suasana perang.

Maka dari itu, jika MUI mengambil langkah untuk memaafkan Ahok dan meminta Ahok agar tidak mengulangi dan berhati-hati, Kiai akan dikenang sebagai “Imam Besar” yang menyelamatkan negeri ini dari jurang perpecahan dan kehancuran. Lihat apa yang terjadi sekarang?

Konsekuensi dari sikap keagamaan MUI dalam kasus Ahok, lalu muncul Gerangan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Gerakan ini bernaung di bawah sikap keagamaan MUI yang ditegaskan posisinya lebih tinggi dari fatwa. Mereka membuat aksi dan forum keagamaan di berbagai kota. Bukankah Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya sedang dalam persidangan?

Saya agak lega akhirnya Kiai menegaskan bahwa GNPF tidak ada kaitannya dengan MUI. Tapi, tolong Kiai juga dapat mengambil tindakan tegas terhadap pengurus MUI yang aktif di GNPF. Semestinya mereka diberi peringatan agar memilih antara GNPF atau MUI. Begitu pula para pengurus yang mengeluarkan komentar-komentar keras dan kasar, yang dapat mencoreng citra MUI.

Saya sekali lagi meminjam pendapat Gus Mus bahwa aneh rasanya ada kelompok atau gerakan yang ingin mengawal fatwa. Sejak kapan fatwa harus dikawal? Kenapa harus dikawal?

Kedua, fatwa MUI soal atribut keagamaan non-Muslim. Saya membaca argumen dan nalar yang digunakan oleh MUI tidak kokoh, baik secara teologis maupun sosiologis. Secara teologis, argumen MUI lebih dekat pada nalar Wahabisme yang kerap menggunakan ayat-ayat keras terhadap non-Muslim. Padahal di dalam al-Qur’an juga terdapat ayat-ayat yang toleran, bahkan memuji kalangan non-Muslim.

Secara sosiologis, Islam hadir sebagai agama samawi yang paling akhir. Artinya, Islam tumbuh dan berkembang dalam tradisi Kristen dan Yahudi. Sebab itu, kalau kita lihat sejarah Islam banyak perjumpaan antara agama-agama samawi ini, sehingga terjadi akulturasi.

Begitu halnya akulturasi Hindu dan Budha dengan tradisi Islam di Tanah Air. Setiap agama hadir di tengah keragaman agama-agama, dan karenanya akulturasi merupakan hal yang tak bisa dielakkan. Akulturasi adalah bukti bahwa setiap penganut agama pastinya akan menghormati penganut agama yang lain. Ini yang disebut Bung Karno dengan ketuhanan yang berkebudayaan dan berkeadaban.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Itulah unek-unek saya terhadap MUI di bawah kepemimpinan Kiai. Saya berharap sekali MUI dijauhkan dari tarikan politik dan kepentingan perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, MUI dapat menjadi gerbong bagi moderasi Islam di Tanah Air.

Satu lagi, MUI tidak lagi mengeluarkan fatwa sesat-menyesatkan. Sebab salah satu ukuran moderasi Islam, yaitu tidak mengeluarkan fatwa sesat-menyesatkan. MUI mesti betul-betul menjadi lembaga yang mengusung kearifan (al-hikmah), menyampaikan nasihat yang elegan (maw’idhah hasanah), dan membudayaka debat yang konstruktif (mujadalah bil lati hiya ahsan).



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

MUI Menghindar,Habib Rizieq "Tamat"!!


MUI Menghindar,Habib Rizieq "Tamat"!!

BERITA HANGAT 5 - Sudah tak asing lagi nama seorang Habib Rizieq Shihab yang terkenal dengan pemecah belah bangsa.

Isu mengenai perseteruan dengan partai besar seperti PDIP, juga telah memukul ormas FPI hingga ketar-ketir mencari jalan untuk tidak terjadi. Hal ini dapat dilihat dengan mondar-mandirnya Rizieq kesanaisini, dan membawa dalih menghindari konflik horizontal, Rizieq mendatangi DPR untuk minta dimediasi, pun termasuk dengan PMKRI, yang mana hal ini diulas hampir diberbagai media.

Tak cukup sampai disitu, di Jawa Barat masyarakat sunda juga sudah membuming petisi untuk BUBARKAN FPI. Demo yang dilakukan FPI dengan tuntutan untuk pencopotan Kapolda, justru menjadi bomerang untuk dirinya sendiri dan ormas FPI. Yang mana dari hasil demo tersebut, selain dicuekin Kapolda, Rizieq juga menambah daftar berbagai kasus yang kemudian akan dilaporkan karena ulahnya sendiri.

Rizieq yang garang nan sangar, yang selalu lantang melontarkan kata Takbir! lewat pengeras suara, tampak resah dan payah. Apalagi MUI kini perlahan tampak seperti menjauh.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, tidak ada kaitannya dengan lembaga MUI baik secara struktur maupun non-struktur.

Gerakan itu, kata Ma’ruf, murni dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok masyarakat. “Tidak ada urusannya GNPF dengan MUI itu sendiri. Mereka itu murni dari masyarakat,” jelasnya saat diskusi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (17/1/2017)

Kemudian dijelaskan juga olehnya, bahwa apa yang telah dijalankan oleh GNPF bukanlah berada dalam aturan atau pun instruksi yang diberikan oleh MUI untuk langsung dijalankan ketika sebuah Fatwa sudah keluar.

Selain itu, Maruf menegaskan tidak ada benturan di masyarakat yang berawal dari Fatwa MUI. Pasalnya, setiap kali MUI mengeluarkan Fatwa, banyak pihak yang menyetujui hal tersebut. Pernyataan yang ini, bagi saya rasa perluh dikoreksi, karena pada kenyataannya fatwa mengenai atribut natal justru kebalikannya, yang ada malah banyak pihak yang tidak menyetujui. Karena kental dengan intoleren. Meskipun ada fatwa yang sebelumnya yang sangat berbenturan yaitu fatwa yang terkait dengan rokok.

“Tidak ada benturan sebenarnya di masyarakat terkait Fatwa MUI. Seingat saya hanya rokok saja yang berbenturan, selebihnya tidak ada opini yang berbeda,” ujar dia.

Saya menjadi bertanya-tanya dalam pernyataan tentang tidak ada benturan fatwa MUI selain hanya rokok. Karena tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan. Atribut Natal apakah bisa disebut tidak ada benturan, yang mana fatwa demikian sangat melukai golongan yang meyakini agama tersebut, meskipun itu ditujukan untuk umat muslim. Karena atribut bukanlah suatu hal yang mampu mengukur keberimanan seseorang.

Pertemuan MUI dan Kapolri, yang juga meroket dan muncul dipermukaan. Menimbulkan banyak opini, seperti misalnya pujian kepada Kapolri yang mampu merangkul MUI ataupun mem-bully MUI yang disebutkan mencari simpati untuk kembali mendukung pemerintah dan sebagainya.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Pasukan Oranye Dipecat Sumarsono Tanpa Alasan!!!


Pasukan Oranye Dipecat Sumarsono Tanpa Alasan!!!


BERITA HANGAT 5 - Pasukan Oranye yang bertugas di Jatinegara,Jakarta Timur mendatangi rumah lembaga untuk mengadu pada Gubernur DKI (nonaktif) Basuki Tjahya Purnama atau yang akrab di sapa Ahok itu karena di berhentikan oleh Sumarsono dari pekerjaanya tanpa alasan yang jelas.

Namun, para PHL tersebut tidak dapat langsung mengadu pada Ahok. Alasannya karena mereka datang dengan mengenakan rompi berwarna orange yang ada lambang Pemprov DKI.

Nedi,salah satu PHL yang diberhentikan, mengatakan bahwa mereka tidak dipekerjakan lagi karena nilai mereka tidak mencapai batas yang ditentukan. Padahal, lanjut Nedi, dia dan 26 orang lain yang diberhentikan tersebut tidak pernah mengikuti tes apa-apa selama seleksi.

 Bersama sesama mantan pasukan oranye Jatinegara lain, Nedi mendatangi Balai Kota DKI, Rabu (18/1/2017) pagi. Mereka ingin menyampaikan keluh kesah mereka yang dipecat sebagai pasukan oranye. Mereka memakai seragam kebanggaan, kaus, rompi, dan topi oranye.

Nedi bercerita, dia mulai bekerja sebagai pasukan oranye sejak tiga tahun terakhir. Dulu, gaji yang dia terima masih berkisar antara Rp 2,4 juta dan Rp 2,7 juta. Tahun lalu, gaji dia sudah mencapai UMP, yaitu Rp 3,1 juta. Untuk tahun 2017, gaji pasukan oranye naik menjadi Rp 4 juta.

Nedi mengatakan, mereka semua sudah sempat menandatangani surat negosiasi gaji sebesar Rp 4 juta itu. Nedi begitu bahagia karena gajinya naik drastis.

"Pas saya pulang ke rumah, keluarga udah senang banget. 'Mak, gaji naik segini nih, Mak', saya cerita ke istri saya. Wah udah kebayang kan, bisa nabung lebih banyak, bayar sekolah anak," ujar Nedi.

Matanya menerawang sambil tersenyum bahagia ketika menceritakan itu. Setelah perayaan tahun baru, Nedi tetap semangat bekerja. Padahal, dia harus mulai bekerja sejak pukul 01.00 WIB untuk membersihkan sisa sampah tahun baru.

Nedi tetap semangat karena tahu gajinya akan naik. Kebahagiaan Nedi pun sirna seketika. Pada 3 Januari 2017, namanya tidak ada di papan pengumuman. Itu artinya dia sudah dikeluarkan sebagai pasukan oranye.

Nedi terpaksa membawa kabar buruk itu ke rumah. Dia mengatakan, istrinya kaget dan merasa begitu terpukul. Maklum saja, itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka.

 Nedi kecewa dan merasa dibuang. Dia merasa diperlakukan tidak adil karena tidak lagi dipekerjakan saat gaji PHL sudah tinggi.

"Dulu orang pada enggak mau main kotor-kotoran seperti pekerjaan kami. Giliran gaji sudah naik, pada rebutan, kami malah dibuang," ujar Nedi.





Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Presiden MADN Akan Polisikan Oknum Yang Menghina Suku Dayak


Presiden MADN Akan Polisikan Oknum Yang Menghina Suku Dayak

BERITA HANGAT 5 - Kepala Suku Dayak sangat menyayangkan sikap oknum-oknum yang meluapkan amarahnya dengan cara menghina suku dayak.Oleh karena itu ,pihaknya akan menyelesaikannya dengan cara menempuh jalur hukum dengan membuat surat pengaduan kepada pihak kepolisian.

"Tanah Kalimantan ini milik Dayak,yang bersatu dengan Indonesia 17 Agustus 1945.Kita sudah jadi warga Indonesia,jadi janganlah mudah untuk terprovoksi oleh oknum" yang tidak bertanggung jawab."ungkapnya.

Penghinaan terhadap suku Dayak berawal dari penolakan terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen yang dilakukan Pemuda Dayak kabupaten Sintang kamis lalu.

Dalam rombongan tersebut, ada pula‎ Kepala Ponpes LPKA Kab. Bengkayang M. Effendy Khoiri dan Lukmanul Hakim.

Penolakan berlangsung aman dan terkendali.Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto membenarkan adanya penolakan tersebut.

Alhasil rombongan meninggalkan Bandara Sintang dan terbang ke Pontianak.

"‎Rombongan tidak jadi turun dari pesawat di Bandara Sintang dan langsung menuju ke Pontianak. Penolakan aman terkendali," ujar Rikwanto di Mabes Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW, mengatakan, aksi penolakan tersebut dilakukan oleh sekitar 30 orang warga yang mengatasnamakan anggota Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang.

Puluhan orang yang mengenakan pakaian tradisional tersebut awalnya untuk menyambut kedatangan Presiden Majelis Adat Dayak (MADN), Cornelis, yang juga merupakan Gubernur Kalimantan Barat.

Penolakan tersebut, lanjut Suhadi, karena kesalahpahaman. Kehadiran mereka ke Bandara untuk menjemput Cornelis beserta rombongan yang akan melantik Pengurus DAD Sintang yang digelar di Gedung Pancasila.

Menurut Suhadi, pada saat menunggu kedatangan Cornelis, forum Pemuda Dayak DAD Sintang mendapatkan informasi tentang adanya kedatangan Tengku Zulkarnain sehingga mereka langsung melakukan penolakan dengan menyampaikan beberapa hal melalui Andreas sebagai berikut:

1. Masyarakat Kabupaten Sintang khususnya warga Dayak Kabupaten Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnain dan melarang untuk menginjakkan kaki ditanah Kabupaten Sintang.

2. Warga Dayak Kabupaten Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnaen dikarenakan adanya statement/pernyataan dari Tengku Zulkarnaen sebagai Wasekjen MUI Pusat disalah satu media sosial yang menyinggung perasaan warga masyarakat Dayak.

3. Bahwa warga Dayak Kabupaten Sintang tidak membenci MUI namun lebih kepada oknum dalam hal ini wasekjen MUI pusat Tengku Zulakrnain yang telah menghina suku Dayak.

Semua pihak supaya tidak terprovokasi dan bisa memberikan arahan yang menyejukkan kepada umat Muslim di Kabupaten Sintang," imbuh Suhadi.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Habib Rizieq Berulah Kembali!!


Habib Rizieq Berulah Kembali!!

BERITA HANGAT 5 - Imam Besar FPI,Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke polisi.

Kali ini, Habib Rizieq diduga melakukan penghinaan terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan profesi hansip.

Seorang warga bernama Eddy Soetono (53 tahun) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan kebencian berbau SARA melalui media elektronik. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/193/I/2017/PMJ/ Dit.Reskrimsus tertanggal 12 Januari 2017.

"Ya benar, ada laporan itu. Laporannya udah hari Kamis malam kemarin," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, saat dikonfirmasi pada Selasa, 17 Januari 2017.

Dalam laporan itu, lanjut Argo, Rizieq disangkakan melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Argo mengungkapkan, pelapor mengaku melihat ceramah Rizieq melalui YouTube yang dianggap dapat memicu kebencian berbau SARA. Ceramah itu menyinggung Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan, yang disebut mendorong Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk melaporkan Rizieq terkait tudingan logo palu arit di uang baru.

"Dalam isi ceramah itu, terlapor menyebut 'Di Jakarta Kapolda mengancam akan mendorong Gubernur BI untuk melaporkan Habib Rizieq. Pangkat jenderal, otak hansip'," katanya.

Tak hanya itu, Kapolda Metro juga dianggap membela palu arit saat Rizieq menyebut kalimat 'sejak kapan jenderal bela palu arit, jangan-jangan ini jenderal enggak lulus litsus'.

Oleh karena itu, Eddy yang merasa tersinggung pun melayangkan laporannya ke Polda Metro Jaya. Pelapor menilai ucapan Rizieq tersebut berpotensi memecah-belah persatuan di Indonesia.

Laporan terhadap Rizieq kali ini adalah yang keenam kalinya. Tiga laporan berkaitan dengan dugaan penistaan agama dan dua laporan lainnya terkait penyebaran informasi bohong yaitu dengan menyebut uang Rupiah cetakan baru berlambang palu arit.




























Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Agus Yakin Menang Di Debat Kemarin


Agus Yakin Menang Di Debat Kemarin

BERITA HANGAT 5 - Debat perdana calon gubernur DKI Jakarta yang berlangsung Jumat kemarin sangatlah tegang.Para paslon saling menunjukkan keunggulan dan visi-misi masing-masing.

Cagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono sangat yakin dan optimis tentang hasil debat semalam. Ketika ditanya tentang anggapan bahwa dirinya terlalu banyak menghafal, Agus juga menjawabnya dengan sangat yakin.

"Saya yakin, saya sangat yakin saya unggul dalam debat tersebut dan itu adalah komentar dari orang orang yang merasa kalah dalam argumen," ujar Agus.

Agus juga menuturkan bahwa tak sedikit pihak yang tak menyangka atas penampilannya semalam. Banyak pihak yang meremehkan Agus, akhirnya tercengang atas kepercayaan dirinya ketika mengadu gagasan dengan para peserta debat.

“Mereka selama ini meremehkan, underestimate saya, tidak siap (debat), takut debat, dan sebagainya. Begitu tadi malam, mereka baru tahu,” tegas Agus.

Agus mengatakan tidak mempermasalahkan tanggapan-tanggapan yang mengatakan dirinya seperti menghafal materi debat. Dia mengaku hanya akan memberi senyum kepada pihak yang menganggapnya seperti itu.

“Saya tidak apa-apa, saya tanggapi dengan senyuman saja bahwa sesungguhnya saya hadir tadi malam dan tentunya saya tampilkan apa yang dapat saya tampilkan kepada publik semuanya. Selebihnya biar publik yang menilai. Pada akhirnya saya ingin memenangkan hati semua rakyat,” ujarnya.

Selama ini, Agus seringkali dianggap tak banyak tahu tentang politik. Terlebih ketika dirinya tak menghadiri beberapa debat cagub yang digelar oleh stasiun TV swasta.











Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :