Tampilkan postingan dengan label Berita Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Terbaru. Tampilkan semua postingan

Luar Biasa Sekali, Baru SMA Sudah Menjadi Perwakilan Indonesia di Sidang Umum PBB


Luar Biasa Sekali, Baru SMA Sudah Menjadi Perwakilan Indonesia di Sidang Umum PBB

Beritahangat5.com - Seorang siswi yang masih duduk di bangku SMA sudah menjadi perwakilan Indonesia untuk berbicara di Sidang Umum PBB.

Ia bersama dengan puluhan anak dari beberapa negara lainnya berbicara di Sidang Umum PBB dgn fokus pembahasan soal pernikahan dini.

Putri Gayatri Pratiwi yang merupakan seorg siswa yang masih duduk di kelas 2 SMA 1 Banjaran, Kabupaten Bandung, sudah menorehkan prestasi di usia muda.

Nggak main-main, prestasi itu ia guratkan di ajang internasional.

Dari prestasi itu ia tunaikan di tahun 2015,saat mewakili Indonesia dlm Sidang Umum ke-70 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

 

Tanggapan Dituduh Terima Suap,Ahok: Siapa Berani Kasih Duit ke Saya?


Tanggapan Dituduh Terima Suap,Ahok: Siapa Berani Kasih Duit ke Saya?

BERITA HANGAT 5 - Cagub No.2 ,Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa Ahok mengaku tak mengetahui aliran uang suap terkait kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, pada kasus tersebut bisa saja sejumlah pihak mencatut namanya sebagai penerima uang, karena pada saat itu dia ikut membahas proyek yang bernilai Rp5,8 triliun.

"Masukin daftar di situ kan bisa saja. Yang mau bagiin bikin daftar, tapi terima apa tidak?" kata Ahok Balai Kota, Senin, 6 Maret 2017.

Menurut pria yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu, saat dalam pembahasan proyek tersebut, dia mengklaim sebagai satu-satunya anggota komisi II yang menolak keras diberlakukan pendataan KTP melalui sistem elektronik.

Saat itu, ia menilai, e-KTP lebih baik diserahkan ke perbankan yang dimiliki Badan Usaha Milik Daerah agar perekaman data warga bisa mudah terdeteksi. Hal itu juga mengajak masyarakat menerapkan transaksi secara non-tunai.

"Saya paling menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamnya kok. Saya bilang ngapain habisi Rp5-6 triliun," ujarnya.

Bahkan Ahok menyebutkan, sejak dirinya duduk di komisi pemerintahan, ia merasa tak pernah satu orang pun berniat menyuap dirinya. Itu diperlihatkan, Ahok menyatakan, dengan sikap dirinya yang terus mengembalikan uang perjalanan dinas apabila telah melewati masa hari yang ditentukan.

"Orang sudah tahu siapa Ahok kok, siapa berani kasih duit ke gua. Langsung gua lapor KPK," ujarnya.

Dalam pengusutan korupsi e-KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menjerat dua pejabat dari Kementerian Dalam Negeri yang terlibat yakni mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman dan Sugiharto sebagai mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Andi Analta Amir ikut Bersaksi untuk Ahok



JAKARTA, BERITAHANGAT5 - Andi Analta Amir, kakak angkat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bakal menceritakan hubungan keluarganya dan Ahok saat bersaksi pada persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (7/3/2017).

Andi Analta Amir ingin mengungkap kepada publik bahwa Ahok memiliki keluarga angkat muslim.

"Kami cuma memberikan masukan terhadap kesaksian kami. Juga dilihat hubungan saya sebagai keluarga Ahok. Apa benar cerita yang saya laporkan itu bahwa saya memang keluarga sama Ahok," kata Andi ditemui di Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

(Baca: Kuasa Hukum Ahok Siapkan 15 Sampai 20 Saksi dan Ahli)

Andi mengatakan tak ada persiapan khusus menghadapi sidang nanti. Yang jelas, kata Andi, dirinya siap berargumen terkait dugaan penodaan agama yang menjeret Ahok.

"Saya cuma mau beritahu bahwa yang namanya pidato penistaan agama itu harus ada bukti materil, dari niat itu kita lihat kejadian, dari dimensi saya tidak ada (penodaan agama)," ujarnya.

Menurut Andi, sejumlah saksi memberatkan yang dihadirkan dalam persidangan-persidangan sebelumnya terkesan terlalu dipaksakan.

Namun demikian, Andi mengatakan tak akan berupaya membantah atau merontokan keterangan saksi-saksi sebelumnya. Menurut dia, hakim bisa menilai kualitas kesaksian para saksi tersebut.

Kubu Ahok rencananya menghadirkan tiga saksi dalam persidangan pekan depan. Selain Analta Amir, dua saksi lain adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo dan Eko Cahyono.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah selesai menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama.

(Baca: Kakak Angkat Ahok Akan Jadi Saksi Meringankan)

Adapun beberapa saksi pelapor yang sudah dihadirkan oleh JPU seperti Irena Handono, Pedri Kasman, Novel Bamukmin, Muhammad Asroi Saputra, dan lain-lain.

Kemudian saksi ahli yang dihadirkam JPU seperti Ketua Majelis Umum Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :


Mengenang Pertemuan Sukarno dengan Raja Saud di 1955


Mengenang Pertemuan Sukarno dengan Raja Saud di 1955

BERITA HANGAT 5 - Berita hangat yang baru" ini heboh di sosmed,Pertemuan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Rabu (1/3) kemarin memutar kembali kenangan di masa lampau. Begitu tiba di Istana Bogor, Raja Salman mencari tahu keberadaan cucu dari Presiden pertama RI, Sukarno.

"Saat baru tiba dan disambut Presiden Jokowi, Raja Salman menanyakan keberadaan Cucu Sukarno. "Mana cucu Sukarno?" tanya Raja Salman ke Presiden Jokowi, seperti yang dituturkan oleh Kepaka Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Bukan tanpa alasan kenapa Raja Salman menanyakan keberadaan Sukarno. Sosok tokoh proklamator itu membekas dalam ingatannya ketika mereka bertemu di Arab Saudi pada 1955 lalu. Raja Salman ikut mendampingi Raja Saud bin Abdulaziz yang memimpin Arab Saudi saat itu untuk menyambut Sukarno.

Jokowi langsung memanggil Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang merupakan cucu Sukarno. Keduanya bertemu dan berbincang hangat dalam balutan nostalgia.

"Saya ingat sekali dengan Presiden Sukarno, selalu mengatakan 'saudara-saudara'. Ini yang saya ingat, di sini," kata Raja Salman kepada cucu dari Soekarno, Puan Maharani.

Dalam buku biografi Sukarno 'Penyambung Lidah Rakyat' yang ditulis oleh Cindy Adams, Sukarno berangkat ke tanah suci pada 1955 untuk menunaikkan ibadah haji. Ia disambut dengan hangat oleh Raja Saud. Bahkan, Raja Saud memberikan cinderamata khusus untuk Sukarno berupa kiswah atau potongan kain penutup kakbah.


Selain kiswah, selama beribadah haji, Sukarno juga diberi fasilitas oleh pihak kerajaan berupa mobil Chrysler Crown Imperial. Mobil yang ditungganginya itu turut menjadi hadiah untuk dibawa pulang ke Indonesia.


"Ketika aku akan kembali ke tanah air, Raja Arab Saudi mengatakan, 'Presiden Sukarno, mobil Chrysler Crown Imperial ini telah Anda pakai selama berada di sini. Dan sekarang saya menyerahkannya kepada Anda sebagai hadiah," ujar Sukarno mengulang kembali ucapan Raja Saud, dalam buku Penyambung Lidah Rakyat.

Sukarno yang telah jatuh hati pada mobil pabrikan Amerika Serikat itu dengan senang hati menerimanya. "Sudah tentu aku tidak akan menentang kebiasaan itu. Selain itu, aku sudah sudah tertarik pada Chrysler ini sejak pertama kali melihatnya," ungkap Sukarno.

Buah tangan balasan dibawa khusus oleh Sukarno untuk Arab Saudi. Ia membawa banyak bibit pohon mimba untuk ditanam di Padang Arafah. Bibit tersebut telah tumbuh menjadi pohon yang menyimpan kenangan keakraban keduanya. Pohon itu kini dikenal dengan nama Syajarah Sukarno atau Pohon Sukarno.

Akibat Menyediakan Penari Erotis, Karaoke Ini Pun Digerebek


Akibat Menyediakan Penari Erotis, Karaoke Ini Pun Digerebek

Beritahangat5.com - Karena menyewa sejumlah penari erotis, di sebuah tempat karaoke di Surabaya, Jawa Timur, akhirnya pun digerebek oleh polisi.

Penggerebekan pun dilakukan oleh unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya di Jln Ngaglik.

Dari penggerebekan tersebut, akhirnya petugas telah menangkap 4 penari erotis yg kini masih berusia 20-an thn.

Keempat penari erotis tersebut tertangkap ketika sedang melayani pelanggan karaoke. Penyedia layanan, yaitu 2 pegawai karaoke pun diringkus.

Keduanya telah dijerat dengan undang-undang pornografi dgn ancaman pidana empat tahun. Sementara kepada 4 penari erotis akan dibawa ke Dinas Sosial utk dilakukan pembinaan.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Sebuah Mobil pick Up Masuk Kedalam Sungai Barito


Sebuah Mobil pick Up Masuk Kedalam Sungai Barito

Beritahangat5.com - Setelah selesai mengantarkan getah karet di sebuah perusahaan karet di Jln Barito Hulu, Banjarmasin Selatan, dekat TPI Banjar Raya, Jumat (17/2/2017) siang. Mobil pick up milik Sugeng kalut yg parkir di sebuah eks demaga tiba-tiba masuk ke dalam Sungai Barito.

"Rencananya habis bongkar karet saya mau langsung cuci mobilnya. Saya membawa karet dari Kintap mas," ucap Sugeng.

Sugeng juga mengaku kalau ia lupa mengaktifkan rem tangan mobil.

Kapal patroli Dit Pol Air Polda Kalsel KP 2007 yang dikomandani Brigadir Widodo Suprianto tampak mengawasi proses evakuasi dengan menggunakan bantuan penyelam tradisional.

Hasil dari pindai sonar kapal patroli KP 2007, mengetahui kedalaman Sungai Barito yang mencapai sekitar 11 meter. sampai sore hari, dari proses evakuasi ini pun masih belum membuahkan hasil karena sulitnya mendan.

Alhirnya polisi pun berjaga di sekitar lokasi tenggelamnya mobil milik Sugeng Kalut.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Perbaikan Jalan Nyaris Merenggut Korban Jiwa, Wali Kota Diminta Tidak Bermain-main!!


Perbaikan Jalan Nyaris Merenggut Korban Jiwa, Wali Kota Diminta Tidak Bermain-main!!

BERITA HANGAT5 - Insiden terperosoknya truk bermuatan aspal dengan nomor plat BD 8764 AU yang nyaris menewaskan pedagang molen di Jalan Mayang, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah membuat warga kesal.

Sebab, selama ini, Jalan Mayang itu rusak berat tidak dapat dilalui.
Sebelum insiden truk terbalik terjadi, jembatan yang ada di atas drainase baru saja dipasang.
Namun, jembatan beton itu ambruk saat dilintasi truk bermuatan dua ton aspal.

"Inilah kalau perbaikannya cuma ecek-ecek (main-main). Meskipun baru diperbaiki, buktinya jembatan sudah ambrol," kata pria bermarga Purba (54), yang kebetulan melintas naik sepeda motor di lokasi kejadian, Kamis (2/2/2017).
Purba mengatakan, harusnya Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin benar-benar serius membenahi jalan yang rusak.

Jangan hanya mengumbar janji, tapi tidak pernah ada realisasinya.
"Tengoklah Jalan Mayang ini dek. Walaupun di aspal, tapi aspalnya tipis. Bentar aja pun rusak laginya ini. Heran kita nengok wali kota ini," kata Purba yang saat itu mengenakan kaos biru bercelana panjang jeans.
Sementara itu, sopir truk bernama Ucok mengaku kaget saat truk yang dikemudikannya terperosok

Ia tak menyangka, jembatan di atas drainase itu ambruk.
"Tadinya saya bawa aspal dari Tuntungan. Muatan aspal ini dua ton," ungkap Ucok duduk termenung di pinggir drainase dekat Sekolah Kalam Kudus.

Wari (37), pedagang pisang molen yang biasa mangkal di simpang Jl Mayang, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Sumatera Utara nyaris tewas tertimpa truk bermuatan aspal panas.
Saat itu, truk dengan nomor polisi BD 8764 AU terperosok di tengah jembatan beton yang baru saja diperbaiki.

"Pedagang molen itu hampir saja tertimpa badan truk. Beruntungnya, bagian belakang truk hanya menyenggol gerobaknya saja," kata Mulyadi (25), salah seorang pemuda yang kebetulan berada di lokasi, Kamis (2/2/2017) sore.

Mulyadi mengatakan, awalnya ada dua truk berwarna jingga yang melintas.
Namun, ketika truk ketiga yang dikemudikan Ucok lewat, truk amblas dan roda bagian belakang masuk ke dalam lubang yang di bawahnya terdapat parit.

"Pedagang molennya sempat terkena minyak tadi. Tapi seperti tidak apa-apa," ungkap Mulyadi. Akibat insiden ini, dagangan Wari berantakan.

Beberapa pisang yang sudah dipotong-potong berserakan di sekitar lokasi.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Berita Klarifikasi Terkait Kasus Rizieq Shihab dan Firza Husein


Berita Klarifikasi Terkait Kasus Rizieq Shihab dan Firza Husein

Berita hangat 5 - Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) meminta klarifikasi kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait video viral chat dugaan perselingkuhan dengan wanita mirip Firza Husein.

“Habib Rizieq agar memberikan klarifikasi terkait beredarnya video viral chat tersebut. Demi terhindar fitnah yang bisa merusak citra Islam dan nama baik Habib Rizieq sendiri,” tegas Ketua Presidium Kamerad Haris Pertama hari ini.

Tak hanya Rizieq, Haris juga mendorong Firza Husein untuk mengklarifikasi atas beredarnya video tersebut. Sebab, kata dia, isu tak sedap yang kini menyasar kedua tokoh tersebut bisa berdampak buruk pada citra mereka dan moral bangsa.
Namun, Haris menyayangkan jika chat kemesraan itu benar terjadi maka harus bisa mempertanggungjawabkan kepada seluruh umat. Karena, kata Haris, Rizieq yang merupakan pendakwah agama dan panutan umat Islam bahkan dirinya diusulkan sebagai Imam Besar umat Islam di Indonesia segera mengklarifikasinya kepada publik soal chat dan rekaman suara yang meresahkan rakyat Indonesia.

“Umat islam akan sangat terluka jika chat mesum dan video rekaman suara ini benar,” jelasnya.

“Mudah-mudahan bisa segera diklarifikasi atas tudingan tersebut. Dengan demikian masalah bisa segera tuntas agar fitnah-fitnah dan berita hoax bisa kita tangkal bersama,” tandasnya.

Berita klarifikasi redaksi:

Terkait pernyataan  Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) pada tibun rakyat, bahwa dalam berita tersebut kami melampirkan nara sumber dengan jelas yaitu gerilyapolitik.com sebagai media sekelas intelejen yang selalu membongkar konspirasi-konspirasi politisi dan pejabat.

Karena media gerilyapolitik.com sebagai media pertama yang mewawancarai pemberi berita. Jadi jelas, media sumber adalah media yang mempunyai data dan faktanya.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Jawaban Agus,Ditanya Cara Membangun Tanpa Menggusur.


Jawaban Agus,Ditanya Cara Membangun Tanpa Menggusur.

Berita Hangat 5 - Debat antar calon gubernur DKI ini sangat seru dan menegangkan.Saat sesi tanya jawab antar pasangan calon, pasangan Ahok-Djarot diberikan kesempatan bertanya kepada pasangan Agus-Sylvi. Pertanyaan dilontarkan oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta,Djarot Saiful Hidayat. Djarot bertanya kepada calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, soal program membangun tanpa menggusur di bantaran sungai di Jakarta.

Bagaimana membangun tanpa memindahkan bangunan itu sehingga rakyat bisa mendapatkan hunian? kata Djarot kepada Agus di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

"Intinya kami tak sanggup lakukan itu, sela Ahok.

Calon gubernur Jakarta nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah Jakarta bisa merelokasi warga dari hunian horisontal ke hunian vertikal sehingga tidak perlu memindahkan mereka ke rusunawa.

"Meremajakan kampung tidak perlu tidak cabut dari habitat mereka. Nanti yang terjadi adalah kemiskinan. Caranya bisa alokasikan lahan yang ada. Dari perumahan horisontal ke perumahan vertikal tentu ada lahan yang bisa digunakan untuk hunian layak bagi mereka dan tidak mengganggu aliran sungai," kata Agus di acara debat.

Menurut Agus merelokasi warga dari tepi sungai bisa dilakukan paralel dengan lingkungan hidup.

"Dan itu dilakukan dengan masyarakat. Kami banyak bicara dengan banyak aktivis, komunitas. Dan mereka mau digeser sedikit untuk dipindahkan ke hunian yang layak, " kata dia.

Agus mengatakan mereka yakin dengan cara itu tidak akan kehilangan rumah.

"Bukan rusunawa, mereka tidak akan kehilangan mata pencaharian," kata dia.

Mendengar program Agus, Ahok heran bagaimana cara mengadakan tanah untuk membangun hunian warga di sekitar sungai.

"Kami bangun rusunawa itu untuk bukan tanpa solusi. Kami bantu biaya, gratiskan transportasi, beri KJP, beri tunjangan, sembako, macam-macam," kata Ahok.

Kebijakan merelokasi warga dari bantaran sungai, kata Ahok, untuk menaati peraturan pemerintah yang melarang bangunan berdiri di pinggir sungai. Ahok ingin tahu bagaimana cara Agus mengadakan lahan untuk hunian di sekitar sungai.

"Kan tidak mungkin kita dirikan bangunan di jalan inspeksi. Gimana caranya nggak langgar PP untuk tertibkan bangunan," kata dia.

Agus kemudian maju. Namun, penjelasannya terlalu normatif. Dia lebih banyak menekankan bahwa menertibkan pemukiman warga di pinggir sungai bisa dilakukan tanpa menggusur.


Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Merasa Difitnah, Pedagang Bakso Lapor Polisi


Merasa Difitnah, Pedagang Bakso Lapor Polisi

BERITA HANGAT 5,  JAKARTA -- Dari pelaporan berita hoax bukan cuma milik mereka yang berada di dunia politik saja.

Di Palembang, Sumatera Selatan, seorang pemilik warung bakso bernama Jun Juhaendi melaporkan sebuah akun Facebook yang bernama Indah Permata Sari ke Polresta Palembang.

Akun itu dilaporkan karena diduga telah menyebarkan fitnah mengenai cara Jun dan pegawainya dalam membuat bakso. Misalnya, cara pengolahannya menggunakan kaki. Karyawannya pun tak mengenakan pakaian.

Akibat tulisan di akun Facebook tersebut, omzetnya menurun. Makanya,  Jun mendatangi kantor polisi membawa bukti berupa screenshot Facebook. 
Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Hakim MK Ditangkap KPK


Hakim MK Ditangkap KPK

Berita hangat 5 - Ketua KPK Agus Raharjo membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh lembaganya terhadap hakim di Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan kabar yang beredar, operasi tangkap tangan (OTT) tersebut dilakukan di sebuah hotel di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis (26/1/2017).

Kelanjutan dari OTT itu, penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di kediaman Patrialis ?Akbar di bilangan Cipinang Muara, Jakarta Timur untuk menemukan bukti lainnya.

"‎Benar soal informasi OTT yang dilakukan KPK di Jakarta. Ada sejumlah pihak yang diamankan saat ini. ‎ Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," ucapnya.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi soal OTT dan penggeledahan mengaku belum mendapatkan informasi detail.

"Kami belum dapat informasi lengkapnya soal itu. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan segera," ujar Febri.

Terpisah, Mahkamah Konstitusi juga belum memberitahukan secara resmi mengenai adanya informasi salah satu hakimnya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Banser Jatim Keberatan Habib Rizieq Datang Ke Surabaya


Banser Jatim Keberatan Habib Rizieq Datang Ke Surabaya

Berita Hangat 5 - Banser Jawa Timur merasa keberatan dengan kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI),Rizieq Shihab dalam acara keagamaan di di Masjid Al Falah Surabaya, Jawa Timur.namun Banser mengungkapkan tidak akan menolak jika tidak adanya provokasi pada kegiatan Rizieq tersebut.

Acara yang akan dilaksanakan Rizieq di Surabaya yaitu 'Gerakan Subuh Berjemaah' di Masjid Al Falah Surabaya pada Sabtu, 28 Januari 2017. Acara itu diadakan oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, dan GNPF-MUI.

"Jika tidak ada provokasi perpecahan untuk NKRI maupun mengarah pada provokasi-provokasi yang lain, kami tidak akan menolaknya. Tetapi, jika ada penolakan dari warga sekitar, kami kira kegiatan itu perlu dikaji ulang," kata Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Banser Jatim, Abid Umar, dihubungi VIVA.co.id pada Selasa, 24 Januari 2017.

Penyelenggara kegiatan, kata dia, harus mendengar pendapat masyarakat Surabaya terkait rencana menghadirkan Rizieq dan Bachtiar. Sebab, bagaimana pun, dua sosok itu saat ini tengah jadi sorotan dalam kaitannya dengan isu-isu sensitif.

Dia mengatakan, pihak Kepolisian sudah berkoordinasi dengan Banser Jatim terkait acara Rizieq dan Bachtiar itu. Informasi yang dia terima, Kepolisian memang akan menerjunkan personel untuk mengamankan kegiatan tersebut. "Karena Habib Rizieq dan Ustadz Bachtiar Nasir saat ini jadi sorotan," kata Gus Abid.

Sebelumnya, Sekretaris GUIB Jatim, Ustaz Muchammad Yunus, membenarkan soal rencana kegiatan Gerakan Subuh Berjemaah di Masjid Al Falah Surabaya, sebagaimana informasi di poster yang tersebar di media sosial. Tapi belum dipastikan apakah Rizieq dan Bachtiar hadir atau tidak. "Masih dirapatkan," ujarnya.

Dia mengatakan, panitia acara itu masih akan dibicarakan terkait teknis dan segala sesuatunya, termasuk soal rencana menghadirkan Rizieq dan Bachtiar. Tempat acara juga belum pasti, bisa di Masjid Al-Falah sesuai poster atau pindah di tempat lain. Ditanya apakah sudah berkoordinasi dengan Kepolisian, Yunus menjawab, "Rapat saja belum."

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur sudah mendengar informasi acara itu. "Terkait isu adanya acara kelompok-kelompok tertentu, kita siap mengamankan. Intelijen sudah terjun di lapangan untuk mengantisipasi adanya hal tidak diinginkan, baik dari yang pro maupun yang kontra," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Tak mampu Bayar Ongkos Taksi, Tiga Pemuda Tega Habisi Nyawa Supir Taksi

Tak mampu Bayar Ongkos Taksi, Tiga Pemuda Tega Habisi Nyawa Supir Taksi
Tak mampu Bayar Ongkos Taksi, Tiga Pemuda Tega Habisi Nyawa Supir Taksi

Berita Hangat : Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana menjelaskan, Saswata diduga dibunuh oleh penumpangnya sendiri, lantaran mereka tidak mampu membayar tarif sewa taksi online sebesar Rp 180 ribu.

Masing masing pelaku yang sudah tertangkap antara lain HE alias Joe (26), JCS alias Ichal (29), BR alias Izer (22) dan satu lagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu IK alias Ical,” kata Umar di Bekasi

Umar menjelaskan, peristiwa itu bermula pada Rabu 16 November 2016. Saat itu, pelaku BR alias Izer memesan taksi online dari Jalan Aziman III Bogor dengan tujuan salah satu swalayan terbesar di Pondok Gede.

Pelaku lalu memesan kendaraan tersebut menggunakan telepon seluler milik temannya, Riswan alias Rifan. Tidak lama kemudian, datang mobil yang dikendarai korban jenis Toyota Avanza berwarna silver bernomor polisi B-1162-UIG.

“Pelaku memesan mobil korban dalam keadaan mabuk dari Bogor menuju Bekasi,” ungkap Umar.

Setibanya di tujuan tersebut, rupanya pelaku langsung pergi dan tidak mau membayar Argo yang telah tercantum di aplikasi. Korban yang tidak terima, lalu menegur pelaku hingga terjadi cek-cok mulut di antara mereka.

Korban Tewas dengan luka tusuk dengan obeng dibagian dada dan punggung. Dan korban juga ditelanjangkan dan dimasukkan kedalam kendaraanya.

Umar mengatakan, atas kesigapan satuan Reserse Polsek Pondokgede yang dipimpin Kasatreskrim, Komisaris Polisi Dedy Supriadi, akhirnya petugas dalam tempo 2 hari, menciduk pelaku dari sejumlah tempat berbeda di wilayah Bekasi.

“Para pelaku berhasil ditangkap setelah anggota mengkonfirmasi manajemen perusahaan korban, dengan meminta nomor terakhir pemesanan. Pelaku yang pertama kita tangkap BR alias Izer, di pasar Rawa Bugel, Bekasi Utara”. ucap Umar.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan atau 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Massa Pendemo Sidang Ahok Berkurang



Massa Pendemo Sidang Ahok Berkurang

Berita hangat 5 - Massa pendemo di sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, sepi. Kendati jumlah pengunjuk rasa tidak begitu masif, polisi tidak mengendurkan pengamanan.

Massa yang pro dan kontra terdakwa tetap dipisah. Massa pro di sisi kanan gerbang selatan kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan dengan seragam kotak-kitak. Massa yang kontra di bagian kiri dengan pakaian putih-putih.

"Bebas... bebas... bebaskan Ahok... bebaskan Ahok sekarang juga," teriak massa pendukung Ahok, Selasa (24/1/2017).

"Kami menuntut si penista agama dipenjara segera," seru massa kontra Ahok.

Jarak kedua kubu demonstran sekitar 500 meter. Mereka dibatasi kawat berduri dan empat mobil antihuru hara, juga pagar betis polisi.

Massa pro Ahok lebih banyak mengisi aksi dengan menari dan bernyanyi. Sedangkan massa yang kontra mengisi aksi dengan orasi.

Hari ini sidang ketujuh kasus dugaan penistaan agama atas terdakwa Ahok. Hakim memeriksa lima saksi yang diajukan jaksa penuntut umum, yakni Muhammad Asroi Syahputera, Ibnu Baskoro, Iman Sudirman, Lurah Pulau Panggang Yuli Hardi, dan Nurcholis Majid, petugas Humas Pemprov DKI.

Ahok didakwa menoda agama sebab karena mengutip Surat Al Maidah saat pidato di Pulau Pramuka, Kepualauan Seribu, 27 September. Jaksa mendakwa Ahok melanggar Pasal 156 (a) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
















Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :

Surat Untuk Kyai Ma'ruf Amin Agar MUI Berhenti Di Provokasi


Surat Untuk Kyai Ma'ruf Amin Agar MUI Berhenti Di Provokasi

Berita Hangat 5 - Majelis Ulama Indonesia menjadi target Provokasi keagamaan di Indonesia yang tak lain adalah oknum" ormas pada umat islam.

Sebutlah kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Gubernur non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kasus dugaan penistaan yang berhasil memunculkan aksi-aksi demo besar di Jakarta. Aksi demo 411 dan 212 yang mendapatkan tempatnya dengan dasar mengawal fatwa MUI bahwa AHOK MENISTA Islam melalui pidatonya di Kepulauan Seribu akhir September 2016. Bagaimana kemudian fitnah dan saling hujat bertebaran di media sosial dan ruang-ruang publik dari yang pro maupun yang kontra fatwa MUI ini.

Begitupun kemudian muncul fatwa MUI soal penggunaan atribut agama lain untuk umat Islam. Meski didasari niat baik agar tidak terjadi pemaksaan bagi umat Islam dalam bekerja, fakta di lapangan menunjukkan fatwa ini kemudian menjadi dasar sebagian ormas Islam untuk melakukan sweeping, tak sedikit yang dalam aksi sweepingnya menggunakan kekerasan.

Dalam surat terbukanya yang dimuat di Geotimes ini, Zuhairi menggarisbawahi peran MUI dan produk-produk hukum Islamnya, yang memunculkan gejolak sosial di masyarakat, merenggangkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan masyarakat kemudian abai pada aspek kebhinekaan bangsa Indonesia.

Berikut surat terbuka Zuhairi Misrawi pada ketua umum MUI, KH. Ma'ruf Amin:

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Izinkanlah saya mencium tangan Kiai, sebagaimana lazimnya seorang santri ngalap berkah dari kiainya. Saya sangat menghormati Kiai sebagai Rois ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Saya sudah beberapa kali ber-muwajahah dengan Kiai, baik dalam forum NU maupun dialog di media secara live.

Masih segar ingatan saya, Kiai begitu mencintai anak-anak muda NU, layaknya anak sendiri. Dalam beberapa acara NU, Kiai masih mau bercakap-cakap dengan anak muda dan sesekali melepas canda-tawa. Keguyupan ala NU yang selalu dinanti.

Ingin rasanya bisa sowan kepada Kiai dalam waktu dekat. Tapi karena terbatasnya waktu saya, dan barangkali juga waktu Kiai, izinkan saya menulis surat singkat yang berisi tentang kegelisahan sekaligus harapan agar Kiai bisa menjadi imam bagi umat Islam Indonesia. Setidaknya imam bagi kami anak-anak muda NU. Sebab, belakangan ini, terdengar sayup-sayup adanya formulir yang disebarkan kepada umat Islam agar seseorang dibai’at menjadi “Imam Besar”.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Ketika Kiai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI, saya mempunyai harapan besar terhadap organisasi ini. Pasalnya, Kiai berjanji akan menjadikan MUI sebagai gerbong gerakan Islam Moderat di Indonesia.

Dalam bayangan saya, MUI di bawah kepemimpinan Kiai akan mengalami transformasi yang sangat signifikan. Intinya, MUI akan merangkul semua kelompok di dalam Islam, apa pun mazhab dan alirannya. MUI akan berhenti mengeluarkan fatwa sesat, karena sesugguhnya yang berhak menilai seseorang mendapatkan petujuk Tuhan dan sesat hanya Tuhan. Allah SAW berfirman: Dan Allah SWT Mahatahu atas siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan mereka yang mendapatkan petunjuk (QS. Al-Najm: 30).

Lebih dari itu, saya membayangkan MUI di bawah kepemimpinan Kiai akan menjadi teladan bagi tumbuhnya harmoni dan toleransi di tengah-tengah masyarakat. Buah manis dari itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan semakin kokoh, diperkuat oleh Pancasila sebagai dasar negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

Saya masih ingat Kiai membacakan hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama NU di Surabaya pada tahun 2006. Kiai menegaskan bahwa Pancasila adalah final sebagai dasar negara, meski tidak ada semifinal. Semua hadirin tertawa riuh.

Bagi kami anak muda NU, Kiai adalah salah satu pengusung pembaruan metodologi forum kajian keagamaan NU yang meletakkan kerangka berfikir metodologis (al-tafkir al-manhaji) dalam penyelesaian masalah-masalah aktual kekinian. Walhasil, kajian-kajian bahtsul masail NU sangat luar biasa, dan menyemarakkan tumbuhnya studi Ushul Fiqh di pesantren-pesantren NU.

Cara berfikir metodologis seperti inilah yang sebenarnya saya harapkan bisa tumbuh di lingkungan MUI, sehingga sikap dan fatwa keagamaan yang dikeluarkan dapat memberikan manfaat bagi solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Dalam dua bulan terakhir, jujur saya mulai agak gelisah perihal komitemen MUI sebagai gerbong Islam Moderat di Tanah Air. Alih-alih menjadi gerbong Islam Moderat, MUI terlihat cenderung mengambil kebijakan dan mengeluarkan fatwa yang sama sekali tidak mencerminkan moderasi Islam.

Salah satu karakter moderasi Islam adalah memastikan visi rahmatan lil ‘alamin, tidak hanya berhenti dalam ucapan dan jargon, melainkan menjadi laku tindakan nyata. Visi rahmatan lil ‘alamin dalam konteks keindonesiaan, semestinya umat Islam betul-betul menjadi pengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. MUI dapat memberikan perlindungan penuh terhadap kalangan non-Muslim dan penganut aliran kepercayaan yang sudah eksis berabad-abad sebelum agama-agama yang diakui negara datang ke negeri ini.

Dalam bayangan saya, Kiai akan mengambil jarak dengan mereka yang selama ini mempunyai ideologi dan pemikiran yang dapat mengancam eksistensi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Harapan saya, Kiai akan menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai rujukan utama umat Islam Indonesia dalam mengambil kebijakan strategis kebangsaan.

Lebih dari itu, Kiai diharapkan oleh kami bisa mengambil jarak dengan politik praktis atau hal-hal yang dapat ditafsirkan bernuansa politis. Bahkan sejatinya Kiai dapat memberikan solusi yang dapat memperkokoh kualitas demokrasi kita dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh elemen bangsa, apa pun agama dan keyakinannya untuk mengabdi kepada negeri.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Sebab itu, Islam yang kita pahami sebagai kekuatan moral untuk memperkokoh solidaritas kemanusiaan dan solidaritas kebangsaan kita.

Coba Kiai lihat apa yang terjadi sekarang, situasinya sangat tidak kondusif bagi demokrasi yang sebenarnya sudah membaik dan membuahkan hasil. Bahkan taruhannya adalah kebersamaan kita sebagai bangsa sedang dalam ujian serius.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Izinkanlah saya menyampaikah dua hal yang terus mengganjal nurani saya untuk mempertanyakan komitmen MUI dalam mengusung Islam Moderat di Tanah Air. Meminjam ungkapan KH Mustofa Bisri, MUI makin tidak jelas. Saya pun mempunyai pandangan yang sama.

Pertama, soal sikap MUI terhadap kasus dugaan penodaan agama terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut saya, MUI tidak hati-hati dan terlihat tergesa-gesa mengeluarkan sikap keagamaan. Padahal dalam kasus yang sangat sensitif, semestinya MUI dapat mempertimbangkan “mudarat” dan “maslahat”, khususnya bagi demokrasi dan keutuhan bangsa ini.

Ada beberapa keanehan yang mengusik pikiran dan nurani saya sampai saat ini. Kenapa MUI mengeluarkan sikap keagamaan tanpa menggunakan medium klarifikasi (tabayyun). Poin ini saat penting untuk dikemukakan, apalagi jika melihat persidangan sementara kasus Ahok ini.

MUI sebenarnya bisa mengambil langkah luar biasa sebagai konsekuensi dari pilar Islam Moderat. Demi menjaga momen demokrasi dan keutuhan bangsa, sebenarkan solusi terbaik adalah menerima maaf Ahok dan meminta Ahok agar tidak mengulangi lagi berkata-kata yang dapat menyinggung perasaan umat Islam.

Saya pribadi tegas menyatakan bahwa Ahok tidak menodai agama Islam. Dalam ucapannya Ahok justru mengingatkan kita agar berpolitik secara bermartabat, jangan sampai agama dijadikan alat kampanye. Saya berpandangan, ayat al-Maidah 51 bukanlah ayat tentang kepemimpinan. Ayat tersebut turun dalam konteks perang, bukan konteks damai. Sementara kita saat ini hidup dalam situasi damai, bukan suasana perang.

Maka dari itu, jika MUI mengambil langkah untuk memaafkan Ahok dan meminta Ahok agar tidak mengulangi dan berhati-hati, Kiai akan dikenang sebagai “Imam Besar” yang menyelamatkan negeri ini dari jurang perpecahan dan kehancuran. Lihat apa yang terjadi sekarang?

Konsekuensi dari sikap keagamaan MUI dalam kasus Ahok, lalu muncul Gerangan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Gerakan ini bernaung di bawah sikap keagamaan MUI yang ditegaskan posisinya lebih tinggi dari fatwa. Mereka membuat aksi dan forum keagamaan di berbagai kota. Bukankah Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya sedang dalam persidangan?

Saya agak lega akhirnya Kiai menegaskan bahwa GNPF tidak ada kaitannya dengan MUI. Tapi, tolong Kiai juga dapat mengambil tindakan tegas terhadap pengurus MUI yang aktif di GNPF. Semestinya mereka diberi peringatan agar memilih antara GNPF atau MUI. Begitu pula para pengurus yang mengeluarkan komentar-komentar keras dan kasar, yang dapat mencoreng citra MUI.

Saya sekali lagi meminjam pendapat Gus Mus bahwa aneh rasanya ada kelompok atau gerakan yang ingin mengawal fatwa. Sejak kapan fatwa harus dikawal? Kenapa harus dikawal?

Kedua, fatwa MUI soal atribut keagamaan non-Muslim. Saya membaca argumen dan nalar yang digunakan oleh MUI tidak kokoh, baik secara teologis maupun sosiologis. Secara teologis, argumen MUI lebih dekat pada nalar Wahabisme yang kerap menggunakan ayat-ayat keras terhadap non-Muslim. Padahal di dalam al-Qur’an juga terdapat ayat-ayat yang toleran, bahkan memuji kalangan non-Muslim.

Secara sosiologis, Islam hadir sebagai agama samawi yang paling akhir. Artinya, Islam tumbuh dan berkembang dalam tradisi Kristen dan Yahudi. Sebab itu, kalau kita lihat sejarah Islam banyak perjumpaan antara agama-agama samawi ini, sehingga terjadi akulturasi.

Begitu halnya akulturasi Hindu dan Budha dengan tradisi Islam di Tanah Air. Setiap agama hadir di tengah keragaman agama-agama, dan karenanya akulturasi merupakan hal yang tak bisa dielakkan. Akulturasi adalah bukti bahwa setiap penganut agama pastinya akan menghormati penganut agama yang lain. Ini yang disebut Bung Karno dengan ketuhanan yang berkebudayaan dan berkeadaban.

Kiai Ma’ruf yang saya hormati,

Itulah unek-unek saya terhadap MUI di bawah kepemimpinan Kiai. Saya berharap sekali MUI dijauhkan dari tarikan politik dan kepentingan perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, MUI dapat menjadi gerbong bagi moderasi Islam di Tanah Air.

Satu lagi, MUI tidak lagi mengeluarkan fatwa sesat-menyesatkan. Sebab salah satu ukuran moderasi Islam, yaitu tidak mengeluarkan fatwa sesat-menyesatkan. MUI mesti betul-betul menjadi lembaga yang mengusung kearifan (al-hikmah), menyampaikan nasihat yang elegan (maw’idhah hasanah), dan membudayaka debat yang konstruktif (mujadalah bil lati hiya ahsan).



Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :